Jokowi Setuju Perempuan Indonesia Bukan Emak-emak, melainkan Ibu Bangsa - Kompas.com

Jokowi Setuju Perempuan Indonesia Bukan Emak-emak, melainkan Ibu Bangsa

Kompas.com - 14/09/2018, 22:25 WIB
Presiden Jokowi di acara Rakernas Lembaga Pendidikan PGRI di Kampus Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Kamis (6/9/2018)KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL Presiden Jokowi di acara Rakernas Lembaga Pendidikan PGRI di Kampus Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Kamis (6/9/2018)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk menjadi ibu bangsa. Sebagai ibu bangsa, perempuan mempunyai peran penting dalam mendidik para penerus masa depan bangsa.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat menghadiri acara Temu Nasional Kongres Wanita Indonesia ke-90 dan Sidang Umum International Council of Woman (ICW) ke-35 di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta.

Turut hadir Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta istri GKR Hemas, dan Presiden ICW Jungsook Kim.

Di dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa kiprah perempuan Indonesia tidak kalah dengan negara-negara lain.

"Kita punya Ibu Rini Sugianto, animator film-film Hollywood. Kadang kita tidak tahu, tetapi Ibu Rini ini animator terbaik yang dipakai di film-film Hollywood," ujar Presiden Jokowi dalam pidatonya, Jumat (14/09/2018).

Baca juga: 4 Agenda Sandiaga di Malang Dipenuhi Emak-emak yang Berebut Selfie

Presiden menyampaikan, di ajang Asian Games 2018, Indonesia sukses menjadi penyelenggara dan atletnya meraih banyak prestasi sehingga peringkat Indonesia naik dibanding sebelumnya. Indonesia menduduki peringkat 4 dengan meraih 31 medali emas.

"Yang perlu saya ingatkan, dari 31 medali emas yang kita peroleh, 12 medali disumbangkan oleh atlet-atlet wanita kita. Jangan lupa, waktu pembukaan yang menyalakan api di puncak adalah atlet wanita kita, Susi Susanti," tegasnya.

Diungkapkanya, Indonesia memiliki perempuan-perempuan tangguh yang turut berjuang untuk kemerdekaan, mulai dari RA Kartini, Dewi Sartika, hingga Martha Christina Tiahahu.

"Baru saja saya memberangkatkan 24 srikandi yang bergabung dengan pasukan perdamaian PBB di Lebanon. Artinya kita punya srikandi-srikandi yang akan terus berjuang untuk merah putih, untuk negara Indonesia," imbuhnya.

Menurut Jokowi, perempuan mempunyai peran penting dalam mencetak generasi masa depan bangsa. Sehingga Presiden Joko Widodo mengajak perempuan Indonesia untuk menjadi ibu bangsa.

"Inilah yang saya maksud kan sebagai ibu bangsa. Yang mendidik anak-anak kita, sebagai penerus masa depan bangsa, yang memperbaiki mentalitas bangsa, yang menjaga moral keluarga dan masyarakat, yang menjaga alam untuk anak cucunya, yang menggerakkan ekonomi keluarga dan masyarakat," tandasnya.

Presiden Jokowi juga sepakat dengan Ketua Kongres Wanita Indonesia Giwo Rubianto Wiyogo yang menolak perempuan Indonesia disebut sebagai " emak-emak". Sebab, Perempuan Indonesia sudah mempunyai konsep ibu bangsa sejak tahun 1935.

"Jadi saya setuju tadi Ibu Giwo menyampaikan istilah emak-emak. Ibu bangsa," tegasnya.

Baca juga: Kami Tidak Mau Perempuan Indonesia Dibilang Emak-emak

Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo juga menyemangati perempuan peserta Sidang Umum ke 35 Dewan Perempuan International atau International Council of Women (ICW) dan Temu Nasional Seribu Perempuan Indonesia.

"Saya menyampaikan, jadilah ibu bangsa wahai perempuan Indonesia. Saya ulangi, jadilah Ibu bangsa wahai perempuan Indonesia," ucap Jokowi.



Close Ads X