Tangis Haru Dea, Pelaku Penggelapan Uang, Saat Divonis 8 Bulan Penjara

Kompas.com - 07/09/2018, 16:54 WIB
Ilustrasi penjara. .Ilustrasi penjara.

SURABAYA, KOMPAS.com - Dea Novelia Agniesya (20) tak kuasa menahan tangis. Ia terharu bisa melepaskan beban pikirannya setelah dijatuhi pidana 8 bulan penjara atas kasus penggelapan uang Rp 13 juta.

Vonis yang diterima Dea lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Suparlan. Terdakwa dituntut 1 tahun 3 bulan di sidang yang digelar PN Surabaya.

“Menuntut terdakwa karena terbukti melanggar Pasal 374 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan,” jelas JPU Suparlan, Selasa (4/9/2018).

Usai dibacakan tuntutan, majelis hakim yang diketuai Dwi Winarko memberi kesempatan perempuan 20 tahun ini untuk menyampaikan pledoi. Dia meminta keringanan atas tuntutan yang diajukan JPU.

“Saya meminta keringanan karena sudah mengembalikan uang itu lengkap dengan kuitansinya,” bebernya.

Baca juga: Terungkapnya Penggelapan Truk Pasir yang Dilakukan Sopir dan Kernet Perusahaan

Dia juga mengakui kesalahannya dan khilaf atas penggelapan uang Rp 13 juta itu. Dia menggunakan uang itu untuk biaya operasi ibunya dan biaya kosmetiknya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Usai pleidoi lisan itu, majelis hakim meminta skors guna memutuskan pidana. Setelah 10 menit waktu skors, akhirnya majelis hakim membacakan putusan.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama 8 bulan,” ucap ketua majelis Dwi Winarko.

Adapun pertimbangan dari majelis hakim terkait hal yang meringankan, terdakwa menyesali perbuatannya dan mengembalikan dana itu. Sedangkan hal memberatkan, perbuatan terdakwa meresahkan dan merugikan orang lain.

Tak pelak, putusan itu direaksi terdakwa dengan tangisan haru. Tak lama, terdakwa mengaku menerima, begitu pula dinyatakan oleh jaksa yang juga menerima putusan.

Usai sidang, terdakwa langsung menghampiri keluarganya seraya menangis dan memeluk salah satu keluarganya.

Baca juga: Dugaan Penggelapan Dana Umrah, Pelapor Lyra Virna Ditetapkan Tersangka

Kasus berawal saat Dea pada Februari lalu, menggelapkan uang perusahaan otomotif tempat ia bekerja.

Pihak perusahaan saat itu masih memberikan kesempatan untuk bekerja dengan jaminan ia harus mengembalikan uang yang digelapkan dalam waktu sebulan.

Namun, hingga tenggat waktu yang ditentukan, Dea tak kunjung mengembalikan uang Rp 13 juta itu. Saat itulah pihak perusahaan memutuskan untuk melaporkan kasus ini.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Dipenjara 8 Bulan, Sales Cantik Menangis Minta Keringanan, Dea Mengaku telah Kembalikan Rp 13 Juta

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.