Di Bintan, Sapi Kurban Mengamuk dan Lari ke Lapangan Bola

Kompas.com - 22/08/2018, 18:41 WIB
Satu ekor sapi kurban di Puskesmas Kijang Bintan Timur, Bintan, Kepri mendadak mengamuk dan lari ke jalan raya serta lapangan sepak bola Kijang DOK WARGA KIJANGSatu ekor sapi kurban di Puskesmas Kijang Bintan Timur, Bintan, Kepri mendadak mengamuk dan lari ke jalan raya serta lapangan sepak bola Kijang

 

BINTAN, KOMPAS.com - Seekor sapi kurban dari Puskesmas Kijang, Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) tiba-tiba mengamuk. Sapi tersebut berlari ke Lapangan Bola Lemang Daun Kijang, Kecamatan Bintan Timur.

Syajarul, salah seorang warga Kijang kepada Kompas.com mengaku kaget saat melihat seekor sapi berukuran besar itu berlari dari arah Puskesmas Kijang ke lapangan sepak bola.

"Banyak warga yang langsung minggir karena takut diseruduk sapi tersebut. Larinya cukup kencang," katanya.

Sejumlah tukang jagal kesulitan menangkap sapi tersebut yang terus berlari saat didekati. Warga yang melintas di jalan spontan berhenti untuk menonton penangkapan sapi tersebut. Namun, sapi tersebut tiba-tiba mendatangi kerumunan warga.

"Saya lagi duduk-duduk disini, tiba-tiba saja sapi itu datang menuju arah kami. Kami langsung berhamburan, tapi ada yang malah asik mengambil momen sapi yang mengamuk itu," jelasnya.

Baca juga: Berontak, Sapi Kurban di Bandung Masuk ke Sumur Sedalam 20 Meter

Mustafa salah satu panitia kurban di Puskesmas Kijang, Bintan Timur mengatakan, sapi kurban kabur saat hendak disembelih.

"Tiba-tiba saja sapi itu mengamuk dan lepas dari ikatannya sehingga lari dari halaman puskesmas," katanya.

Proses penangkapan sapi itu berlangsung selama sekitar satu jam. Mustafa mengaku pihaknya juga sempat berkeliling di area lapangan sepak bola mengikuti sapi tersebut.

"Akhirnya kami berhasil menjinakkan dan menangkap sapi tersebut setelah warga yang menonton kami suruh bubar," ungkapnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Lengkap Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, Gelar Misi Latihan hingga 4 Orang Meninggal

Fakta Lengkap Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, Gelar Misi Latihan hingga 4 Orang Meninggal

Regional
Detik-detik Helikopter TNI AD Jatuh dan Meledak di Kendal

Detik-detik Helikopter TNI AD Jatuh dan Meledak di Kendal

Regional
Saksi Mata: Helikopter Terbang Rendah, Semakin Rendah, Lalu Jatuh

Saksi Mata: Helikopter Terbang Rendah, Semakin Rendah, Lalu Jatuh

Regional
Helikopter TNI AD yang Jatuh di Kendal Bawa 9 Penumpang

Helikopter TNI AD yang Jatuh di Kendal Bawa 9 Penumpang

Regional
Diguyur Hujan Deras, 4 Kecamatan di Luwu Terendam Banjir

Diguyur Hujan Deras, 4 Kecamatan di Luwu Terendam Banjir

Regional
Helikopter Jatuh dan Meledak di Kendal, 5 Luka Berat, 4 Meninggal

Helikopter Jatuh dan Meledak di Kendal, 5 Luka Berat, 4 Meninggal

Regional
Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, 4 Orang Meninggal

Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, 4 Orang Meninggal

Regional
Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Tiga Kecamatan Terendam Banjir

Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Tiga Kecamatan Terendam Banjir

Regional
Hendak Pulang ke Negaranya, WNA asal Italia Dinyatakan Positif Corona

Hendak Pulang ke Negaranya, WNA asal Italia Dinyatakan Positif Corona

Regional
Helikopter TNI AD Jatuh, Meledak, dan Terbakar di Kendal

Helikopter TNI AD Jatuh, Meledak, dan Terbakar di Kendal

Regional
2 Warga Purbalingga Ditangkap karena Sebar Hoaks Penampakan Pocong, Berawal dari Status WhatsApp

2 Warga Purbalingga Ditangkap karena Sebar Hoaks Penampakan Pocong, Berawal dari Status WhatsApp

Regional
Pasien Reaktif Mengamuk karena Terlalu Lama Dikarantina, Gugus Tugas: Antrean Sampel Banyak

Pasien Reaktif Mengamuk karena Terlalu Lama Dikarantina, Gugus Tugas: Antrean Sampel Banyak

Regional
Sebelum Tewas Tergeletak di Trotoar, Pria Ini Mengaku Sesak Napas

Sebelum Tewas Tergeletak di Trotoar, Pria Ini Mengaku Sesak Napas

Regional
Kasus 3 Anggota TNI yang Keroyok Pelajar SMA Diselesaikan Secara Kekeluargaan, tapi...

Kasus 3 Anggota TNI yang Keroyok Pelajar SMA Diselesaikan Secara Kekeluargaan, tapi...

Regional
Gubernur Minta Aplikasi Injil Bahasa Minang Dihapus, Kadis: yang Tidak Mengerti Jangan Ikut Komentar

Gubernur Minta Aplikasi Injil Bahasa Minang Dihapus, Kadis: yang Tidak Mengerti Jangan Ikut Komentar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X