Karawang Waspadai Penipuan Penerimaan CPNS

Kompas.com - 08/07/2018, 19:13 WIB
Pemkab Karawang meminta masyarakat tak mewaspadai penipuan penerimaan CPNS. KOMPAS.com/Farida FarhanPemkab Karawang meminta masyarakat tak mewaspadai penipuan penerimaan CPNS.

KARAWANG, KOMPAS.com - Masyarakat Karawang diminta mewaspadai praktik penipuan atau calo saat penerimaan calon pegawai negeri sipil ( CPNS). Hal ini menyusul rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang mengusulkan kuota 400 CPNS kepada pemerintah pusat.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten Karawang, Asep Aang Rahmatullah mengatakan, berkaca pada pengalaman sebelumnya, jika pemkab mendapatkan jatah penerimaan PNS, ada pihak mengaku bisa memasukkan menjadi PNS.

"Saya bisa pastikan itu merupakan penipuan. Jadi tolong jangan mudah percaya dengan mereka," ujar Aang.

Meski demikan, Aang memastikan pihaknya belum menerima laporan adanya praktik penipuan CPNS. Hanya saja, banyak masyarakat yang menanyakan perihal informasi penerimaan PNS.

"Tahun sebelumnya ada yang menjadi korban penipuan. Makanya untuk tahun ini, kami mengantisipasi dengan memberikan sosialisasi dan informasi kepada masyarakat tentang bahaya penipuan CPNS," kata dia.

Baca juga: Jumlah Penerimaan CPNS 2018 di Bawah 200.000 Orang

Aang mengimbau, jika masyarakat membutuhkan informasi soal penerimaan CPNS, maka sebaiknya menghubungi BKSDM Karawang.

"Kami membuka desk khusus soal informasi penerimaan PNS," tuturnya.

Aang mengatakan, pada 2018 ini Kabupaten Karawang akan mendapat jatah penerimaan PNS.

Pemkab Karawang sudah mengajukan permohonan untuk kuota 400 CPNS kepada pemerintah pusat. Hanya saja, pihaknya belum mengetahui berapa jumlah yang disetujui.

Dari jumlah tersebut, tambahnya, kebanyakan akan diisi untuk bidang kesehatan dan pendidikan, sesuai dengan kebutuhan. Sementara untuk jalur umum penerimaan CPNS, tidak terlalu banyak.

"Saat ini memang kami membutuhkan tenaga kesehatan dan pendidikan yang menjadi prioritas. Kita harapkan permohonan kita ini bisa dikabulkan oleh pemerintah," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Es Terjadi di Bogor, Ini Penjelasan BMKG

Hujan Es Terjadi di Bogor, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Hujan Es di Bogor, Berlangsung 15 Menit, Butirannya Sebesar Kelereng

Hujan Es di Bogor, Berlangsung 15 Menit, Butirannya Sebesar Kelereng

Regional
Timotius-Lagani Tantang Paslon Petahana di Pilkada Kepulauan Aru

Timotius-Lagani Tantang Paslon Petahana di Pilkada Kepulauan Aru

Regional
KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar

KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar

Regional
Pandemi Belum Usai, Ada Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Kota Tegal

Pandemi Belum Usai, Ada Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Kota Tegal

Regional
Pilkada Asmat, Calon Petahana yang Didukung 9 Parpol Ditantang Paslon Independen

Pilkada Asmat, Calon Petahana yang Didukung 9 Parpol Ditantang Paslon Independen

Regional
Resmi, Calon Petahana dan Istri Mantan Bupati Bertarung di Pilkada Mojokerto

Resmi, Calon Petahana dan Istri Mantan Bupati Bertarung di Pilkada Mojokerto

Regional
Kota Sukabumi Diterjang Hujan Angin, 60 Rumah Rusak, Mobil Tertimpa Pohon Tumbang

Kota Sukabumi Diterjang Hujan Angin, 60 Rumah Rusak, Mobil Tertimpa Pohon Tumbang

Regional
KPU Resmikan 3 Pasangan Calon Bertarung di Pilkada Bima

KPU Resmikan 3 Pasangan Calon Bertarung di Pilkada Bima

Regional
KPU Sulut Tetapkan 3 Paslon Bertarung di Pilkada 2020

KPU Sulut Tetapkan 3 Paslon Bertarung di Pilkada 2020

Regional
11 Kepala Daerah di Sumut Cuti Ikut Pilkada, 11 Pjs Dilantik

11 Kepala Daerah di Sumut Cuti Ikut Pilkada, 11 Pjs Dilantik

Regional
Unggahan Penyebab Rusuh di Kendari Ternyata Berawal Pria Sakit Hati dengan Mantan Istri

Unggahan Penyebab Rusuh di Kendari Ternyata Berawal Pria Sakit Hati dengan Mantan Istri

Regional
Bakal Cabup Positif Covid-19, Komisioner dan Staf KPU Malang Jalani Rangkaian Tes

Bakal Cabup Positif Covid-19, Komisioner dan Staf KPU Malang Jalani Rangkaian Tes

Regional
Hujan Lebat, Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Lokasi di Aceh

Hujan Lebat, Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Lokasi di Aceh

Regional
BNPB Ungkap Penyebab Banjir Bandang Sukabumi, Akibat Sedimentasi Sungai dan Hujan Lebat

BNPB Ungkap Penyebab Banjir Bandang Sukabumi, Akibat Sedimentasi Sungai dan Hujan Lebat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X