Gus Ipul: Kami Hormati Hasil Quick Count

Kompas.com - 27/06/2018, 18:48 WIB
Gus Ipul dan Puti Guntur Soekarno KOMPAS.com/Achmad FaizalGus Ipul dan Puti Guntur Soekarno

SURABAYA, KOMPAS.com - Calon Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf ( Gus Ipul) mengaku menghormati hasil hitung cepat atau quick count oleh sejumlah lembaga yang memenangkan pesaingnya, Khofifah Indar Parawansa di Pilkada Jatim. Meski begitu, dia juga sedang menunggu laporan tim pemenangan di daerah.

"Kami hormati hasil hitung cepat. Kami juga sedang menunggu hasil dari tim yang ada di lapangan. Kami analisa, dan akan kami sampaikan kepada publik dalam waktu dekat," kata Gus Ipul, Rabu (27/6/2018) sore di kediamannya.

Menurut dia, hitung cepat atau quick count adalah proses politik di setiap gelaran Pemilihan Umum.

"Kami hargai hasil hitung cepat, tapi secara resmi, kami masih menunggu hasil dari KPU Jatim," ucapnya.

Gus Ipul juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Jatim yang telah menyalurkan aspirasinya di Pilkada Jatim.

"Terima kasih telah ikut mencoblos di Pilkada Jatim, khususnya para pendukung Gus Ipul-Puti," ujarnya.

Baca juga: Quick Count SMRC Pilkada Jatim Pukul 14.20 WIB: Khofifah-Emil Salip Gus Ipul-Puti

Sejumlah lembaga yang menggelar hitung cepat memenangkan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistyanto Dardak di Pilkada Jatim.

Dihitung cepat yang digelar Litbang Kompas, pasangan nomor urut 1 itu unggul 53,36 persen hingga pukul 18.03 WIB.

Sementara pasangan Gus Ipul-Puti Soekarno mendapat 46,64 persen suara. Angka itu dengan jumlah sampel suara yang masuk sebanyak 100 persen.

Baca juga: Gus Ipul Menang di TPS Tempatnya Mencoblos

Kompas TV Kita kupas bagaimana peta dukungan di Pilkada Jatim bagi pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarnoputri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota Brimob Polda Sulteng Tewas Ditembak Usai Laksanakan Shalat Jumat

Anggota Brimob Polda Sulteng Tewas Ditembak Usai Laksanakan Shalat Jumat

Regional
Banyak Temui TKI Terlantar di Luar Negeri, Dedi Mulyadi Usul Petugas KBRI Berjaga di Bandara

Banyak Temui TKI Terlantar di Luar Negeri, Dedi Mulyadi Usul Petugas KBRI Berjaga di Bandara

Regional
Noken hingga Camilan Lokal Disiapkan Jadi Oleh-oleh PON Papua

Noken hingga Camilan Lokal Disiapkan Jadi Oleh-oleh PON Papua

Regional
Bentang Alam Berubah Pasca-gempa di Sigi, Sabo Dam Dibangun untuk Cegah Longsor dan Banjir Bandang

Bentang Alam Berubah Pasca-gempa di Sigi, Sabo Dam Dibangun untuk Cegah Longsor dan Banjir Bandang

Regional
Cemburu, Pemuda Ini Bacok Sopir Truk Tronton Berkali-kali di Kontrakan

Cemburu, Pemuda Ini Bacok Sopir Truk Tronton Berkali-kali di Kontrakan

Regional
Jelang Pilkada 2020, Calon Panwascam Diseleksi Secara Online

Jelang Pilkada 2020, Calon Panwascam Diseleksi Secara Online

Regional
Kisah Rifal Pembudidaya Ular, Berawal dari Hobi Kini Jadi Bisnis Menguntungkan

Kisah Rifal Pembudidaya Ular, Berawal dari Hobi Kini Jadi Bisnis Menguntungkan

Regional
Satu Anggota Brimob Polda Sulteng Gugur Seusai Baku Tembak

Satu Anggota Brimob Polda Sulteng Gugur Seusai Baku Tembak

Regional
750 Rumah di Solok Selatan Terendam Banjir, 469 Warga Mengungsi

750 Rumah di Solok Selatan Terendam Banjir, 469 Warga Mengungsi

Regional
Dompet Dhuafa dan Kabupaten Magetan Berkolaborasi Berantas Kemiskinan

Dompet Dhuafa dan Kabupaten Magetan Berkolaborasi Berantas Kemiskinan

Regional
Polemik Rumah Deret Tamansari, Warga Digusur hingga Komnas HAM Angkat Suara

Polemik Rumah Deret Tamansari, Warga Digusur hingga Komnas HAM Angkat Suara

Regional
Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

Regional
Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

Regional
Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Regional
[POPULER NUSANTARA] Curi iPhone 11, Dosen Ditetapkan Tersangka | Petani Kopi Tewas Diterkam Harimau

[POPULER NUSANTARA] Curi iPhone 11, Dosen Ditetapkan Tersangka | Petani Kopi Tewas Diterkam Harimau

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X