"Galak Gampil", Tradisi Berburu "Sangu Riyoyo" yang Sudah Eksis Sejak 1970-an - Kompas.com

"Galak Gampil", Tradisi Berburu "Sangu Riyoyo" yang Sudah Eksis Sejak 1970-an

Kompas.com - 14/06/2018, 17:00 WIB
Ilustrasi: Gambar tangan bersalaman bertema Mural Islami hasil karya para seniman di dinding Gang Abdul Jabar, Kelurahan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (23/5/2018) sore.KOMPAS.com/NURSITA SARI Ilustrasi: Gambar tangan bersalaman bertema Mural Islami hasil karya para seniman di dinding Gang Abdul Jabar, Kelurahan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (23/5/2018) sore.

KOMPAS.com - Lebaran di berbagai daerah di Indonesia selalu diwarnai dengan berbagai tradisi.

Di Jawa Timur, tepatnya di Malang dan Surabaya, pada 1970-an, ada sebuah tradisi bernama " Galak Gampil".

Apa itu galak gampil?

Selain saling memaafkan, ada tradisi mendapatkan sangu riyoyo alias uang hari raya.

Bagi anak-anak, galak gampil adalah hari yang paling ditunggu setiap Lebaran, karena mereka bisa mendapatkan uang-uang baru.

Tradisi ini biasanya dilakukan selepas shalat Idul Fitri. Di beberapa daerah, ada pula tradisi yang sama, tetapi dengan nama berbeda.

Pada awalnya, anak melakukan sungkem kepada orangtua, kakaknya maupun orang yang dianggap lebih tua.

Kemudian, ada momen di mana orang yang lebih tua memberikan uang kepada anak-anak atau mereka yang lebih muda.

Asal Istilah

Dikutip dari Harian Kompas, 25 September 1978, disebutkan bahwa tradisi ini tidak asing bagi masyarakat di Malang dan Surabaya.

Galak gampil dilakukan anak-anak yang berumur 10 tahun ke bawah, baik perempuan dan laki-laki.

Setelah melakukan shalat Idul Fitri, anak-anak yang memakai busana baru dan bergerombol mendatangi rumah keluarga yang dianggap berada.

Tujuan utama kedatangan mereka adalah meminta uang hari raya kepada tuan rumah.

Saat anak-anak tersebut dterima oleh tuan rumah dan mendapatkan uang yang cukup, maka akan diberitakukan kepada kelompok anak lain agar datang ke rumah itu.

Akan tetapi, ada kalanya tuan rumah tak memberikan uang kepada sekelompok anak-anak yang datang.

Jika kondisinya seperti itu, maka anak-anak tersebut akan berteriak, "Galak gampil".

Galak gampil bisa diartikan menggalakkan/menyerukan (galak) untuk bisa memudahkan (gampil) dalam memaafkan kesalahan orang lain.

Sebenarnya, tradisi seperti ini juga berlangsung di daerah-daerah lain, tetapi dengan nama yang berbeda. Di Jawa Tengah, misalnya, dikenal dengan istilah "fitrah".

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Resep Opor Ayam dan Sambal Goreng Jeroan


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Gunakan Cuka sebagai Pertolongan Pertama Ketika Tersengat Ubur-ubur

Gunakan Cuka sebagai Pertolongan Pertama Ketika Tersengat Ubur-ubur

Megapolitan
Ma'ruf Amin Yakin Penanganan HAM dan Korupsi Akan Lebih Baik jika Jokowi Terpilih Lagi

Ma'ruf Amin Yakin Penanganan HAM dan Korupsi Akan Lebih Baik jika Jokowi Terpilih Lagi

Nasional
Pemprov DKI Pastikan Tak Ada Dana Hibah untuk Kota Bekasi Tahun 2018

Pemprov DKI Pastikan Tak Ada Dana Hibah untuk Kota Bekasi Tahun 2018

Megapolitan
Ini Dia Para Juara Lomba Penelitian Siswa 2018

Ini Dia Para Juara Lomba Penelitian Siswa 2018

Edukasi
Kata Jokowi, Ini 4 Isu yang Selalu Menyerangnya Saat Pilpres

Kata Jokowi, Ini 4 Isu yang Selalu Menyerangnya Saat Pilpres

Regional
Via Instagram, Jokowi Bagi Kenangan 4 Tahun Lalu di Ruang Kerja Gubernur DKI

Via Instagram, Jokowi Bagi Kenangan 4 Tahun Lalu di Ruang Kerja Gubernur DKI

Megapolitan
Politik Luar Negeri Jokowi-JK dalam 4 Tahun, Apa Saja Pencapaiannya?

Politik Luar Negeri Jokowi-JK dalam 4 Tahun, Apa Saja Pencapaiannya?

Nasional
Kelompok Penculik Bersenjata Bebaskan Miliarder Termuda Afrika

Kelompok Penculik Bersenjata Bebaskan Miliarder Termuda Afrika

Internasional
Dana Hibah dari DKI Disebut Akan Digunakan untuk Biayai Proyek Fiber Optic Se-Bekasi

Dana Hibah dari DKI Disebut Akan Digunakan untuk Biayai Proyek Fiber Optic Se-Bekasi

Megapolitan
Erdogan Tak Puas dengan Penjelasan Soal Kematian Jamal Khashoggi

Erdogan Tak Puas dengan Penjelasan Soal Kematian Jamal Khashoggi

Internasional
Bianglala di Negeri Cerutu

Bianglala di Negeri Cerutu

Internasional
Pasca Munculnya Ubur-ubur, Pantai Ancol Tetap Aman Dikunjungi

Pasca Munculnya Ubur-ubur, Pantai Ancol Tetap Aman Dikunjungi

Megapolitan
Jokowi Berharap Suara di Jateng Bisa Menutupi Kekurangan di Jatim dan Sumatera

Jokowi Berharap Suara di Jateng Bisa Menutupi Kekurangan di Jatim dan Sumatera

Regional
Agar Pengunjung Tak Tersengat Ubur-ubur, Acol Pasang Peringatan dan Barrier

Agar Pengunjung Tak Tersengat Ubur-ubur, Acol Pasang Peringatan dan Barrier

Megapolitan
Disebut Ada Kader PAN yang Mendukung, Ma'ruf Amin Ucapkan Terima Kasih

Disebut Ada Kader PAN yang Mendukung, Ma'ruf Amin Ucapkan Terima Kasih

Nasional

Close Ads X