Napi Peras Korban Lewat Video Bugil, Mental Petugas Lapas Jadi Sorotan

Kompas.com - 13/04/2018, 09:55 WIB
Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo tengah menjelaskan pengingkapan dan penangkapan tiga napi Jelekong yang memeras sejumlah wanita dengan mengancam akan menyebarkan video bugil korbannya. KOMPAS.com/AGIE PERMADIKapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo tengah menjelaskan pengingkapan dan penangkapan tiga napi Jelekong yang memeras sejumlah wanita dengan mengancam akan menyebarkan video bugil korbannya.

BANDUNG, KOMPAS.com - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Indro Purwoko menyayangkan terjadinya kasus pemerasan yang dilakukan para napi di Lapas Jelekong, Bandung

Seperti diketahui, pemerasan dilakukan melalui telepon seluler (ponsel). Para napi memperdayai korban perempuannya lewat akun media sosial fiktif. Mereka berjanji akan menikahi hingga korban bersedia video call tanpa busana dan direkam pelaku.

Rekaman video bugil inilah yang dimanfaatkan para napi untuk memeras korban hingga uang mereka tak bersisa.

Indro mengaku, seharusnya lapas bebas dari alat komunikasi. Karena itu, setiap lapas menggelar razia ponsel secara berkala. Namun entah bagaimana, para warga binaan bisa mendapatkan alat komunikasi tersebut.

"Upaya kita razia secara rutin maupun berkala. Sebetulnya ada hal yang dilakukan namun tak diekspos. Memang dari hari ke hari kita miris terkait keberadaan HP ini. Misal hari ini dirazia besoknya ada lagi," kata Indro di Mapolrestabes Bandung, Kamis (12/4/2018).

(Baca juga : Napi Sebut Petugas Lapas Terlibat dalam Pemerasan Video Bugil)

Indro mengaku para napi memiliki hak untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Untuk itu, disediakan telepon khusus di setiap lapas yang terhubung langsung ke petugas, sehingga petugas dapat mengetahui apa yang dibicarakan para napi.

Namun tetap saja, ponsel ini dapat masuk ke lapas tersebut. Indro mengaku miris dengan hal tersebut meski pihaknya kerap melakukan razia.

Indro pun mengakui keterbatasan pihaknya mendeteksi masuknya alat komunikasi ke dalam lapas. "Kita terbatas mendeteksi HP, kita akui itu," katanya.

Ia juga mengaku mental petugas lapas yang harus menjadi perhatian dalam kasus tersebut. "Ini memang mental petugas kita yang perlu perhatian. Kita akui," tuturnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X