Bertambah 20.199 Orang, Pemilih Sementara Pilgub NTT 3.079.903 Orang

Kompas.com - 30/03/2018, 09:36 WIB
Ilustrasi Pilkada KOMPAS/PRIYOMBODOIlustrasi Pilkada

KUPANG, KOMPAS.com - Jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjelang pemilihan gubernur, bertambah 20.199 pemilih.

Ketua KPU NTT Maryanti Luturmas Adoe mengatakan, penambahan DPS itu berasal dari tiga Kabupaten yakni Belu, Alor dan Timor Tengah Selatan (TTS).

"Pada tanggal 17 Maret 2018, kita melakukan rapat pleno KPU di tingkat provinsi, jumlah pemilih yang masuk dalam DPS sebanyak 3.059.704 pemilih. Kini berubah menjadi 3.079.903 pemilih. Jadi ada penambahan sekitar 20.199 suara lebih,"ungkap Maryanti dalam keterangan pers kepada wartawan di Kupang, Kamis (29/3/2018).

Maryanti menjelaskan, Kabupaten Belu, dari 109.057 pemilih, ada penambahan sehingga menjadi 125.129 pemilih.

Penambahan pemilih itu karena saat penetapan DPS, mereka sudah 100 persen mengunggah data ke Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih), namun proses validasi masih terus dilakukan sehingga ada penambahan.

Baca juga : Marianus Sae Ditahan KPK, PDI-P Tetap Berjuang Menangkan Pilkada NTT

"Jumlah sudah muncul, tapi proses validasi masih terus dilakukan, sehingga dalam perjalanan, sebelum final, munculah angka yang terakhir 125.129 pemilih,"ungkapnya.

Selanjutnya Kabupaten Alor, dari 132.626 pemilih, berubah menjadi 133.093 pemilih. Yang terjadi di Alor kata Maryanti yakni, pada saat rekapitulasi di Alor, ternyata operator lupa atau terlewatkan melakukan input untuk data pada satu desa.

Nama-nama pemilih sudah ada dalam aplikasi dan sudah diinput masuk, tapi jumlah rekapnya terlewatkan untuk satu desa, sehingga KPU Alor membuat berita acara untuk melakukan perbaikan terhadap DPS.

Kemudian Kabupaten TTS, dari 279.928 pemilih, berubah menjadi 283.588 pemilih. Kasusnya mirip dengan Alor. Panitia Pemilihan Kecamatan, dalam pleno rekapitulasi, salah dalam membacakan angka. Nama pemilih sudah ada, hanya pembacaan angka yang salah.

"Ketiga kabupaten ini sudah membuat berita acara perubahan dan hari ini, KPU Provinsi juga membuat berita acara perubahan DPS,"ucapnya.

Maryanti mengatakan, sejak tanggal 24 Maret 2018 lalu, DPS sudah diumumkan di setiap desa dan kelurahan.

"Kami juga mohon, kalau ada informasi bahwa kalau ada desa atau kelurahan yang tidak mengumumkan DPS, mohon agar diinformasikan kepada KPU Provinsi, karena PPS wajib mengumumkan DPS tidak harus di kantor desa atau kelurahan, tapi bisa diumumkan di tempat umum lainnya yang mudah diakses oleh masyarakat,"tutupnya.(K57-12).

Kompas TV Warga kota Serang yang belum memiliki KTP elektronik terancam tidak akan mempunyai hak suara.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Regional
UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

Regional
Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Regional
Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Regional
Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Regional
Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Regional
3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

Regional
Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Regional
Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Regional
Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Regional
Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Regional
Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Regional
1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

Regional
Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Regional
Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X