Izin Tambang Berkedok Pariwisata, Warga Karawang Protes karena Merusak Karst - Kompas.com

Izin Tambang Berkedok Pariwisata, Warga Karawang Protes karena Merusak Karst

Kompas.com - 14/02/2018, 16:43 WIB
Puluhan warga Karawang menyuarakan penolakan izin tambang berkedok pariwisata di depan Kantor Pemkab Karawang, Rabu (14/2/2018).KOMPAS.com/Farida Farhan Puluhan warga Karawang menyuarakan penolakan izin tambang berkedok pariwisata di depan Kantor Pemkab Karawang, Rabu (14/2/2018).

KARAWANG, KOMPAS.com - Puluhan warga yang tergabung dalam Koalisi Melawan Tambang (KMT) menyuarakan penolakan izin tambang berkedok pariwisata di wilayah Karst Pangkalan.

Juru bicara KMT, Yuda Febrian Silitonga, mengatakan, wilayah Karst Pangkalan memiliki potensi 18 mata air yang sudah terdata. Hanya saja, baru tujuh mata air yang debitnya telah terhitung, yakni 481,5 liter per detik.

Selain itu, kata Yuda, Karst Pangkalan memiliki 39 goa, tetapi pihaknya baru melakukan pendalaman data di tiga goa. Debit air tanahnya mencapai 2,21 meter kubik per detik yang mengalir di tiga sungai bawah tanah. 

"Jika dihitung valuasi ekonomi berdasarkan rata-rata harga air per meter kubik 0,50 dollar AS. Itu data harga air di kawasan industri per tanggal 1 Januari 2010. Dengan asumsi 0,481 meter kubik per detik mata air ditambah 2,12 meter kubik per detik sungai bawah tanah. Dikalikan potensi air per tahun menjadi 80,917 juta meter kubik air, maka Karawang memiliki potensi 40 juta dollar AS per tahun. Jika karst rusak, hitungan kerugian masyarakat terhadap air adalah senilai itu," ucap Yuda di sela aksi di depan Kantor Pemkab Karawang, Kamis (14/2/2018).

Baca juga: Wujud Nyata Demokrasi dan Harapan Baru Warga di Kampung Perbukitan Karst

Sedangkan potensi lainnya dari 39 goa yang terdata. Telah teridentifikasi enam spesies kelelawar, dengan jumlah 12.601 kelelawar pemakan serangga dan 11.289 kelelawar pemakan buah.

Yuda mengatakan, seekor kelelawar dapat mengonsumsi tujuh gram dalam setahun. Jika dikalikan 12.601 kelelawar, maka akan mengonsumsi 31,7 ton serangga dalam setahun. Kelelawar terkenal sebagai predator alami untuk hama. Lalu kelelawar pemakan buah memiliki jelajah 20 kilometer. 

"Jika dihitung, 11.289 kelelawar pemakan buah dapat membantu penyerbukan tanaman pangan seluas 126,6 km persegi," ujar Yuda.

Baca juga: Tanah Ambles di Gunungkidul, Fenomena Biasa di Tanah Karst

Dengan demikian, Yuda meminta pemerintah untuk menolak rencana pengajuan izin perusahaan tambang dengan modus pariwisata.

"Saat ini ada salah satu perusahaan yang akan melakukan pengajuan izin pariwisata. Tetapi, perusahaan tersebut merupakan perusahaan tambang. Beberapa konsepnya sempat kami terima saat melakukan rapat di dinas perizinan, di mana mereka membangun pariwisata,  tetapi melakukan penggalian," imbuhnya.

Ia meminta kepada bupati agar memastikan tidak akan ada izin penggalian di kawasan Karst Pangkalan.


Kompas TV Raja Ampat mempunyai banyak destinasi wisata bahari salah satunya gugusan Bukit Karst di Piaymeno.

Komentar

Terkini Lainnya

Cerita Ustaz Mustain Menangis Terharu Saat Pertama Kali Santrinya Lulus Sekolah Negeri

Cerita Ustaz Mustain Menangis Terharu Saat Pertama Kali Santrinya Lulus Sekolah Negeri

Regional
Betapa Istimewanya Al Quran Mini Ini, Bertinta Emas dan Ditulis Tangan

Betapa Istimewanya Al Quran Mini Ini, Bertinta Emas dan Ditulis Tangan

Regional
Polisi Tembak Residivis Kasus Sabu-sabu di Aceh Utara

Polisi Tembak Residivis Kasus Sabu-sabu di Aceh Utara

Regional
Dibantah, Kabar Cagub Sumut Edy Rahmayadi Alami Stroke

Dibantah, Kabar Cagub Sumut Edy Rahmayadi Alami Stroke

Regional
Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini

Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
Pemerintah Diharapkan Perkuat Program Kontra Radikalisme sebagai Gerakan Nasional

Pemerintah Diharapkan Perkuat Program Kontra Radikalisme sebagai Gerakan Nasional

Nasional
UU Antiterorisme Sah, Polri Diharapkan Perkuat Deteksi Dini Ancaman

UU Antiterorisme Sah, Polri Diharapkan Perkuat Deteksi Dini Ancaman

Nasional
Pesan Jokowi untuk Anak Muda yang Aktif di Media Sosial, Jangan Menghujat

Pesan Jokowi untuk Anak Muda yang Aktif di Media Sosial, Jangan Menghujat

Regional
'Semoga Pak Presiden Kembali Lagi ke Sini...'

"Semoga Pak Presiden Kembali Lagi ke Sini..."

Regional
Bayi Panda Kelahiran Kebun Binatang Malaysia Tampil Perdana di Depan Publik

Bayi Panda Kelahiran Kebun Binatang Malaysia Tampil Perdana di Depan Publik

Internasional
Bola Raksasa Berdiameter 3,5 Meter Diarak Jelang Asian Games

Bola Raksasa Berdiameter 3,5 Meter Diarak Jelang Asian Games

Regional
Sepasang Melon Terjual Rp 413 Juta dalam Lelang di Jepang

Sepasang Melon Terjual Rp 413 Juta dalam Lelang di Jepang

Internasional
Gedung Putih Kirim Tim Persiapkan Pertemuan Trump-Kim Jong Un

Gedung Putih Kirim Tim Persiapkan Pertemuan Trump-Kim Jong Un

Internasional
Arsitektur yang Khas dan Instagramable Jadi Daya Tarik Masjid Ramlie Musofa

Arsitektur yang Khas dan Instagramable Jadi Daya Tarik Masjid Ramlie Musofa

Megapolitan
Setelah 20 Jam, Sopir 'Pick-up' yang Tenggelam di Kalimalang Ditemukan

Setelah 20 Jam, Sopir "Pick-up" yang Tenggelam di Kalimalang Ditemukan

Megapolitan

Close Ads X