3 Jam, Pelaku Jalani Rekonstruksi Pembunuhan Satu Keluarga di Aceh

Kompas.com - 06/02/2018, 18:52 WIB
Ridwan (22) tersangka pembunuh satu keluarga, yaitu Tjie Sun (48), Minarni (40) dan putranya, Callietos NG (8), mengikuti rekontruksi, Selasa (6/2/2018). RAJAUMAR/KOMPAS.COMRidwan (22) tersangka pembunuh satu keluarga, yaitu Tjie Sun (48), Minarni (40) dan putranya, Callietos NG (8), mengikuti rekontruksi, Selasa (6/2/2018).
|
EditorCaroline Damanik

BANDA ACEH, KOMPAS. com — Rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap satu keluarga, yaitu Tjie Sun (48) bersama istrinya, Minarni (40), dan seorang putra mereka, Callietos NG (8), yang terjadi pada 5 Januari lalu di Desa Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, digelar pada Selasa (6/2/2018).

"Hari ini kami melakukan rekonstruksi dengan menghadirkan satu orang tersangka tunggal, yaitu Ridwan (22), dan sejumlah barang bukti ke lokasi kejadian," kata Kapolresta Banda Aceh AKBP Trisno Riyanto, Selasa (6/2/2018).

Trisno mengungkapkan, dalam rekonstruksi yang dilakukan tim Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh dan petugas dari jaksa penuntut umum (JPU) itu dilakukan sebanyak 106 adegan pembunuhan yang dilakukan tersangka Ridwan (22).

Ridwan memerankan setiap adegan mulai dari membunuh keluarga majikannya itu sendiri hingga melarikan diri melalui pintu depan gudang dengan membawa kabur sepeda motor milik korban.

"Dalam rekonstruksi hari ini dilakukan 106 adegan pembuatan yang dilakukan tersangka terhadap tiga orang korban keluarga majikannya," katanya.

(Baca juga: Diduga Dibunuh, Sekeluarga di Banda Aceh Ditemukan Tewas di Rumahnya)

Trisno menambahkan, hingga adegan rekonstruksi selesai digelar selama 3 jam lebih, polisi tidak menemukan fakta, barang bukti, dan tersangka baru yang terlibat dalam kasus pembunuhan sadis itu. Pengakuan tersangka dalam BAP penyidik masih sama dengan adegan rekonstruksi.

"Rekonstruksi masih sesuai dengan BAP penyidik, tidak ada bukti baru, motif pembunuhan tetap, pelaku karena sakit hati terhadap korban yang sering dimarahi saat bekerja," ungkapnya.

Ridwan, warga Kabupaten Aceh Jaya, yang sebelumnya bekerja di ruko usaha grosir milik korban dijerat dengan pasal berlapis, pembunuhan berencana dan pencurian dengan ancaman hukuman mati.

“Tersangka dijerat pasar berlapis, terancam hukuman mati,” ujarnya.

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X