Dana Kampanye di Pilkada Jawa Barat Maksimal Rp 473 Miliar

Kompas.com - 05/02/2018, 17:27 WIB
Komisioner KPU bidang Partisipasi Masyarakat dan SDM Nina Yuningsih menunjukan media sosialisasi braille bagi penyandang tunanetra dalam sosialisasi Pilkada Jawa Barat Bagi penyansang disabilitas yang digelar di Hotel Cipanas Indah Jumat (19/1/2018) Ary Maulana Karang/Kompas.comKomisioner KPU bidang Partisipasi Masyarakat dan SDM Nina Yuningsih menunjukan media sosialisasi braille bagi penyandang tunanetra dalam sosialisasi Pilkada Jawa Barat Bagi penyansang disabilitas yang digelar di Hotel Cipanas Indah Jumat (19/1/2018)
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat peraturan ketat terkait penggunaan dana kampanye untuk seluruh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam ajang Pilkada Jawa Barat 2018.

Anggota KPU Jawa Barat, Agus Rustandi mengatakan, setiap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur bersama tim kampanye tidak diperkenankan mengeluarkan uang lebih dari Rp 473,2 miliar selama masa kampanye yang dimulai pada tanggal 15 Februari 2018 mendatang.

“Sudah disepakati (oleh seluruh tim kampanye) total pembatasan pengeluaran dana kampanye bagi paslon pilkada Jawa Barat sebesar Rp 473 miliar,” kata Agus saat ditemui di kantor KPU Jawa Barat, Jalan Garut, Kota Bandung, Senin (5/1/2018).

Lebih lanjut Agus menambahkan, total pembatasan dana yang telah disepakati meliputi enam item, yakni untuk rapat umum; pertemuan terbatas pertemuan tatap muka dan kegiatan lain; pembuatan bahan kampanye; jasa manajemen konsultan; alat peraga kampanye dan bahan kampanye.


“Paling tinggi adalah untuk pembuatan bahan kampanye yang dibuat pasangan calon mulai pakaian, penutup kepala payung dan lain-lain sebesar Rp 461.480.706.000,” jelasnya.

Baca juga : Menakar Elektabilitas Figur dan Kekuatan Parpol di Pilkada Jawa Barat

Agus menambahkan, masing-masing tim kampanye mengaku tidak keberatan dengan jumlah yang ditetapkan tersebut. Dana yang dibatasi tersebut di luar dari alat peraga untuk para pasangan calon yang dibuat sendiri oleh KPU Jawa Barat.

“Menurut mereka (dana sebesar itu) cukup rasional mengingat wilayah dan jumlah pemilih di Jawa Barat yang cukup luas,” tuturnya.

Agus menjelaskan, masing-masing tim kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur wajib menyerahkan laporan dana awal kampanye sebelum masuk masa kampanye.

“Paling lambat tanggal 14 Februari 2018,” tandasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Regional
Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Regional
Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Regional
Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Regional
5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

Regional
Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Regional
4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

Regional
4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

Regional
Korban Banjir di Kampar Mulai Terserang Penyakit

Korban Banjir di Kampar Mulai Terserang Penyakit

Regional
Eks Rumah Dinas PT KAI di Cihampelas Bakal Dibangun Masjid

Eks Rumah Dinas PT KAI di Cihampelas Bakal Dibangun Masjid

Regional
Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Yusuf, Orangtua Jalani Tes DNA

Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Yusuf, Orangtua Jalani Tes DNA

Regional
Kata FX Hadi Rudyatmo soal Gibran Mencalonkan Diri Melalui DPD PDI-P Jateng

Kata FX Hadi Rudyatmo soal Gibran Mencalonkan Diri Melalui DPD PDI-P Jateng

Regional
Mari Bantu Kesembuhan Nadia dan Vika, Kakak Beradik Asal Sumsel yang Terkena Penyakit Kulit Langka

Mari Bantu Kesembuhan Nadia dan Vika, Kakak Beradik Asal Sumsel yang Terkena Penyakit Kulit Langka

Regional
Tengah Tertidur, Ayah dan Anak di Sigi Tewas Saat Banjir Bandang Datang

Tengah Tertidur, Ayah dan Anak di Sigi Tewas Saat Banjir Bandang Datang

Regional
2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X