Mendagri: Guru Garda Terdepan dalam Mengamalkan Pancasila - Kompas.com

Mendagri: Guru Garda Terdepan dalam Mengamalkan Pancasila

Kompas.com - 02/02/2018, 19:51 WIB
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menerima cinderamata dari Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun usai membuka Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) ke-5 PGRI di Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (2/2/2018).KOMPAS.com/HADI MAULANA Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menerima cinderamata dari Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun usai membuka Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) ke-5 PGRI di Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (2/2/2018).

BATAM, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta setiap guru memiliki impian untuk menyusun gagasan dan konsepsi untuk kemajuan bangsa.

Sebab, tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia ke depan makin besar, terutama mengenai radikalisme dan terorisme.

Untuk itu, ia berharap, guru bisa meningkatkan kemampuannya dan kecakapannya. Karena guru merupakan orang paling terdepan dalam mengemban tanggung jawab untuk mengatasi ancaman tersebut.

" Guru merupakan garda terdepan dalam mengamalkan dan mengamankan Pancasila. Menjaga kedaulatan dan ideologi negara," tegas Tjahjo usai membuka Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) ke-5 PGRI di Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (2/2/2018).

"Ajaran-ajaran guru harus bisa sampai dengan baik kepada anak-anak didiknya sehingga bisa menghasilkan penerus bangsa yang tangguh, yang tidak mudah terprovokasi, dan tersusupi ideologi apapun," tambahnya.

(Baca juga : Mendagri: Masih Banyak Ditemukan Kasus Nomor Induk Kependudukan Ganda)

Gubernur Kepri Nurdin Basirun meminta setiap guru berinovasi dan berbenah meningkatkan kualitasnya agar tidak ketinggalan zaman. Sebab salah satu penentu meningkatnya mutu pendidikan adalah kualitas gurunya.

"Karena itu etos kerja setiap guru harus diperbaiki guna mencapai perubahan ke arah lebih baik. Kalau tidak ada etos dan semangat kerja, jangan harap bisa mencapai perubahan," tutur Nurdin.

"Etos kerja harus dibangun secara bersama. Etos kerja itu juga nantinya yang digunakan dalam melawan kemiskinan dan kebodohan," imbuhnya.

Selain itu, kemampuan kompetensi guru juga harus diperbaiki disamping perbaikan dalam bidang kesejahteraan. Ke depan, guru tidak lagi harus berhenti dalam pendidikan strata satu tetapi harus lebih dan bahkan hingga strata tiga.

"Pemprov Kepri sangat fokus dalam menurunkan angka kemiskinan dan kebodohan. Musuh kita paling utama adalah kemiskinan dan kebodohan. Sebagai garda terdepan, guru saya harap membantu pemerintah dalam menuntaskan musuh bersama kita , yakni kebodohan," ungkapnya.

(Baca juga : Mendagri Ingin Guru Jadi Aktor Berbagai Peran)

Ketua Umum PGRI Pusat Unifah Rosyidi berharap seluruh instruksi Presiden Joko Widodo untuk guru segera direalisasikan. Instruksi presiden itu di antaranya, guru tidak dibebani urusan administrasi, tunjangan profesi tepat waktu, serta rekrutment PNS.

"Kami para guru yang tergabung dalam PGRI terpanggil mencari solusi untuk meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini tanggung jawab guru di seluruh Indonesia. Semoga pemerintah segera merealisasikan seluruh instruksi Presiden RI untuk para guru," pungkasnya.

Kompas TV Simak dalam dialog Sapa Indonesia Malam berikut ini


EditorReni Susanti
Komentar

Close Ads X