Hilang 4 Hari, Bayi 18 Bulan Ditemukan Tewas di Sungai - Kompas.com

Hilang 4 Hari, Bayi 18 Bulan Ditemukan Tewas di Sungai

Kepolisian Sektor Wirosari mengevakuasi jasad bayi berumur 18 bulan di Sungai Lusi wilayah Desa Tanjungharjo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jateng, Jumat (26/1/2018) siang.KOMPAS.com/Puthut Dwi Putranto Kepolisian Sektor Wirosari mengevakuasi jasad bayi berumur 18 bulan di Sungai Lusi wilayah Desa Tanjungharjo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jateng, Jumat (26/1/2018) siang.


GROBOGAN, KOMPAS.com - Warga di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dihebohkan dengan penemuan mayat bayi di pinggir Sungai Lusi, Jumat (26/1/2018) sekitar pukul 12.30 WIB. 

Jasad bayi perempuan berusia 18 bulan tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan tersangkut tumpukan sampah di sekitar sungai.

Kepala Unit Reskrim Polsek Wirosari Iptu I Ketut Sudhiarta menyampaikan, jasad bayi itu kali pertama ditemukan oleh warga sekitar sungai. Saat itu warga kebetulan berjalan melintas menyusuri pinggir sungai.

"Begitu memperoleh informasi, kami langsung meluncur ke lokasi. Jasad bayi kemudian kami bawa ke RSUD Purwodadi," kata Ketut kepada Kompas.com.

Berdasarkan hasil penyidikan kepolisian serta keterangan dari sejumlah saksi, bayi tersebut adalah putri dari pasangan Kasri (31) dan Indah Nilam (25), warga Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Grobogan. 

Baca juga: Bayi Ini Ditinggalkan di Taman Bersama Sepucuk Surat yang Menyentuh

Bayi berinisial NH tersebut diketahui hilang empat hari yang lalu setelah jatuh terpeleset dan tercebur ke Sungai Lusi. Pada Senin (22/1/2018), Polsek Pulokulon menerima laporan tersebut dari pihak keluarga korban.

"Hasil pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan bekas penganiayaan pada fisik korban. Jadi pihak keluarga sudah lama mencarinya. Korban terseret arus sungai sejauh hampir 10 kilometer," ujar Kepala Satuan Reskrim Polres Grobogan, AKP Maryoto.

Jasad bayi itu kemudian dijemput oleh pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat. 

"Ini murni kurang waspadanya orangtua korban dalam mengawasi anaknya. Rumahnya dekat dengan sungai dan saat itu di luar pantauan bermain di belakang rumah," ucap Maryoto.

Kompas TV Berkat aksi heroik Iptu Sukri Masse, nyawa balita ini pun berhasil diselamatkan dan kondisinya berangsur pulih.


Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X