Lagi, Polisi Makassar Tangkap 10 Sopir Taksi "Online" karena Order Fiktif

Kompas.com - 25/01/2018, 12:15 WIB
IlustrasiFREEPIK.com Ilustrasi

MAKASSAR, KOMPAS.com — Aparat Polsekta Rappocini menangkap 10 sopir taksi online yang melakukan order fiktif menggunakan perangkat lunak (software) "tuyul" pada aplikasi Grab.

Para pelaku masing-masing bernama Fatta Raga (27), warga Jalan Puri Pattene Permai, Makassar; Erik Kurniawan (23), warga Kabupaten Takalar; Jumaing (20), warga Takalar; Muh Ardiansyah (24), warga Jalan Tidung 10, Makassar; Jufri (23), warga Jalan Daeng Tata Raya, Makassar; Ade Rahmat (19), warga BTN Andi Tonro, Makassar; Ardi (24), warga Jalan Abdullah Daeng Sirua, Makassar; Muhammad Fadel Ramadhan (22), warga Jalan Tidung 7, Makassar; Jusman (25), warga Kabupaten Takalar; dan Rahmat (22), warga Kabupaten Takalar.

Wakapolrestabes Makassar AKBP Hotman Sirait yang dikonfirmasi, Kamis (25/1/2018), mengatakan, 10 sopir taksi online tersebut ditangkap di salah satu kamar kos 205 Pondok Hijau, Jalan Karaeng Bonto Tanga, Rabu (24/1/2018) sore.

"Kasus ini terungkap berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat. Di mana informasi itu menyatakan bahwa ada sekelompok sopir taksi online yang melakukan penipuan aplikasi Grab atau aplikasi tuyul," katanya.


Baca juga: Curangi Order Aplikasi Grab, Tujuh Sopir Taksi "Online" Ditangkap

Dari informasi itu, polisi langsung melakukan penggerebekan dan mengamankan 10 sopir taksi online tersebut. Di situ, polisi menyita 20 telepon seluler yang digunakan dalam melakukan aksi.

"Kasus ini sedang dikembangkan dan dilakukan proses hukum," tambahnya.

Sebelumnya, Polda Sulsel juga telah menangkap tujuh pengemudi taksi online karena melakukan kecurangan order pada sistem elektronik aplikasi Grab Car di Makassar.

Ketujuh pengemudi tersebut masing-masing berinisial IGA (31), AQM (25), RJ (25), HR (21), KFP (24), TR (24), dan TB (25). Mereka ditangkap saat berkumpul di sebuah rumah di Jalan Toddopuli.

Pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan masyarakat terkait adanya sindikat illegal access terhadap sistem elektronik Grab. Setiap pelaku memiliki lebih dari satu akun dengan identitas yang berbeda-beda. Selain itu, mereka melakukan transaksi dengan pelanggan atau penumpang fiktif atau dengan istilah tuyul untuk mencurangi sistem aplikasi Grab Car.

Untuk melancarkan aksinya, ketujuh pengemudi taksi online ini dilengkapi dengan alat yang berfungsi mencurangi sistem elektronik aplikasi Grab sehingga posisi keberadaan dan pergerakan GPS pengemudi dapat diatur sesuai kehendak tersangka. 

Baca juga: Kronologi Perampokan Karyawati Bank oleh Pengemudi Taksi Online

Untuk melancarkan aksinya, mereka memiliki sejumlah gawai berbeda dengan akun pengguna Grab. Akun inilah yang berfungsi memesan fiktif atau tembak yang digunakan pelaku.

Setiap akun dilengkapi alat khusus mock location pada ponsel untuk mengatur lokasi pergerakan kendaraan mereka di GPS. Setiap akun ditargetkan memanipulasi 15 orderan atau trip per hari sehingga mendapatkan bonus atau insentif per harinya Rp 240.000 dari aplikasi Grab.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorFarid Assifa
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X