Kompas.com - 04/01/2018, 10:04 WIB
Sebuah kampung di kaki gunung Merapi, tepatnya di Dusun Sawangan, Desa Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dideklarasikan sebagai Kampung Anti-Money Politic. Deklarasi itu sebagai benteng terhadap praktik suap-menyuap menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 ini. Dok Panwaskab MagelangSebuah kampung di kaki gunung Merapi, tepatnya di Dusun Sawangan, Desa Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dideklarasikan sebagai Kampung Anti-Money Politic. Deklarasi itu sebagai benteng terhadap praktik suap-menyuap menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 ini.
|
EditorFarid Assifa

MAGELANG, KOMPAS.com - Sebuah kampung di kaki Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Sawangan, Desa Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dideklarasikan sebagai "Kampung Anti-money Politic".

Deklarasi itu sebagai benteng terhadap praktik suap-menyuap menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 ini.

Kepala Desa Sawangan, Johan Wahyudi, menyatakan, deklarasi ini menjadi wujud komitmen warga untuk menolak segala bentuk praktik politik uang dalam pesta demokrasi. Menurutnya, praktik tersebut justru akan merugikan warga sendiri.

"Ini komitmen kami, bahwa mental warga di sini tidak seratus ribuan, dua ratus ribuan, atau berapapun. Kami menolak politik uang," tegas Johan, dalam keterangan pers, Kamis (4/1/2018).

Johan menyatakan, seluruh warga sudah bertekad untuk membendung segala indikasi pelanggaran dalam pemilihan umum. Pemilu yang jujur dan adil maka akan lahir pejabat publik yang jujur dan adil pula.

"Dengan kejujuran dan keadilan akan lahir pejabat publik yang representatif dari individu dan kepentingan politik seluruh warga. Demikian pula penyelenggaraan pemilu akan lebih berintegritas dan berkualitas," tandasnya.

Baca juga : Besaran Politik Uang Pilkades di Demak Rp 50.000-500.000 per Pemilih

Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Magelang, M Habib Shaleh, mengapresiasi dengan gagasan yang dibangun oleh masyarakat Dusun Sawangan, Desa Sawangan. Kampung ini diharapkan menjadi contoh desa-desa lain supaya berperan aktif menyukseskan pemilu.

"Kami apresiasi adanya kampung anti-money politics ini. Deklarasi ini membuktikan bahwa ada itikad masyarakat ingin mewujudkan pemilu jujur, adil, serta bebas dari praktik 'wani piro'," tegasnya.

Baca juga : Bawaslu: Politik Uang dan Judi Pilkada Marak di Pantai Selatan Jawa Timur

Ia mengatakan, demokrasi yang berhasil adalah ketika proses penyadaran demikian kuat. Jika awalnya terbiasa dengan praktik politik uang, maka selanjutnya akan melakukan perubahan, salah satunya dengan cara tegas menolaknya.

"Nantinya, tiap satu kecamatan se-Kabupaten Magelang minimal harus punya satu kampung anti-money politics. Kami rasa ini efektif untuk mencegah maraknya politik uang, menjelang pilkada dan pemilu," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X