Pilihan Realistis bagi Ridwan Kamil agar Partai Koalisi Tidak Kabur

Kompas.com - 18/12/2017, 18:09 WIB
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui usai menghadiri rapat koordinasi pengamanan Natal dan Tahun Baru di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Rabu (13/12/2017). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIWali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui usai menghadiri rapat koordinasi pengamanan Natal dan Tahun Baru di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Rabu (13/12/2017).
|
EditorReni Susanti

BANDUNG, KOMPAS.com — Koalisi pendukung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dalam Pilkada Jawa Barat 2018 sebagai bakal calon gubernur terancam bubar pascapenarikan dukungan dari Partai Golkar.

Sebab, meski menyisakan 21 kursi milik Partai Nasdem, PKB, dan PPP, ia masih bisa mencalonkan diri dalam Pilkada Jabar. Namun, beredar kabar PPP dan PKB mengancam menarik dukungannya. 

PPP mengancam menarik dukungan jika Ridwan Kamil tidak memilih kadernya, Uu Ruzhanul Ulum. Adapun PKB akan menarik dukungan jika penetapan calon wakil gubernur tidak dilakukan berdasarkan musyawarah mufakat dengan partai pengusung.

Lalu, siapa sosok wakil gubernur yang paling realistis diambil Ridwan Kamil sebagai pasangannya agar koalisi tetap utuh dan berpihak kepadanya?

“Fakta di lapangan, peluang Uu yang paling besar. Suara terbanyak (sembilan kursi) jadi pertimbangan. Bagaimanapun dari sisi elektabilitas, beliau paling tinggi,” kata pakar politik dan pemerintahan Universitas Padjadjaran Bandung, Firman Manan, di Bandung, Senin (18/12/2017).

(Baca juga: Cabut Dukungan untuk Ridwan Kamil, Golkar Kembali Merapat ke PDI-P )

Selain itu, Firman juga menilai karakteristik Uu Ruzhanul Ulum yang dekat dengan unsur religius mampu melengkapi Ridwan Kamil yang identik dengan sosok nasionalis.

"Nasionalis religius. Uu juga kuat di Priangan timur. PKB mengaku kuat di pantura, padahal di pantura yang kuat PDI-P," tuturnya.

Jika pria yang akrab disapa Emil itu harus memilih Uu Ruzhanul Ulum sebagai pasangannya, otomatis Emil harus memberikan insentif kepada partai pengusung lainnya. 

"Kompromi (dengan partai) ini tidak hanya di kursi cawagub. Akan dicari bentuk-bentuk insentif lainnya. Kalau hanya mengejar kursi cawagub, enggak akan selesai-selesai,” tuturnya.

Bentuk insentif yang diberikan kepada partai pengusung selain PPP bisa dalam bentuk pengaturan koalisi di 16 pemilu bupati/wali kota pada pilkada serentak 2018 di Jawa Barat.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Solo Siapkan Lokasi Karantina Khusus untuk Pemudik

Pemkot Solo Siapkan Lokasi Karantina Khusus untuk Pemudik

Regional
Banyak Pasien ODP dan PDP di Manado, Legislator Sulut Minta Rapid Test Dipercepat

Banyak Pasien ODP dan PDP di Manado, Legislator Sulut Minta Rapid Test Dipercepat

Regional
Cegah Corona, Kendaraan Lewat Jembatan Suramadu Disemprot Disinfektan

Cegah Corona, Kendaraan Lewat Jembatan Suramadu Disemprot Disinfektan

Regional
UPDATE: 1 Warga Jombang Positif Covid-19, Awalnya Berstatus PDP dan Dinyatakan Sehat

UPDATE: 1 Warga Jombang Positif Covid-19, Awalnya Berstatus PDP dan Dinyatakan Sehat

Regional
Juru Parkir RS Sebarkan Video Hoaks Pasien Corona Ditangkap di Palembang

Juru Parkir RS Sebarkan Video Hoaks Pasien Corona Ditangkap di Palembang

Regional
Cegah Corona, Akses Keluar Masuk Kota Kendari Bakal Diperketat

Cegah Corona, Akses Keluar Masuk Kota Kendari Bakal Diperketat

Regional
Diduga Depresi, Turis Asing Berjalan Telanjang Bulat di Bali

Diduga Depresi, Turis Asing Berjalan Telanjang Bulat di Bali

Regional
Seorang Polisi di Medan Diduga Tewas Tertembak Rekannya, Ada Luka di Kepala

Seorang Polisi di Medan Diduga Tewas Tertembak Rekannya, Ada Luka di Kepala

Regional
Kala Warga Berikan Semangat untuk Pasien Positif Virus Corona yang Dijemput dari Rumahnya

Kala Warga Berikan Semangat untuk Pasien Positif Virus Corona yang Dijemput dari Rumahnya

Regional
Cegah Corona, Warga Sikka yang Keluar Malam Didenda Rp 1 Juta

Cegah Corona, Warga Sikka yang Keluar Malam Didenda Rp 1 Juta

Regional
Menantu Cabuli Ibu Mertua, Simpan Banyak Foto Perempuan Lansia di Ponsel

Menantu Cabuli Ibu Mertua, Simpan Banyak Foto Perempuan Lansia di Ponsel

Regional
Cegah Covid-19, Objek Wisata Malino Ditutup untuk Umum

Cegah Covid-19, Objek Wisata Malino Ditutup untuk Umum

Regional
Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Regional
Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Regional
Kisah Pilu Jenazah Positif Corona di Tasikmalaya: Ditolak Warga, 24 Jam Tertahan di Ambulans

Kisah Pilu Jenazah Positif Corona di Tasikmalaya: Ditolak Warga, 24 Jam Tertahan di Ambulans

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X