Erupsi Gunung Agung, Bandara Adi Soemarmo Siapkan Tempat Parkir Pesawat Berbadan Sempit

Kompas.com - 27/11/2017, 13:04 WIB
Sejumlah penumpang Air Asia menunggu informasi terkait ditutupnya penerbangan tujuan ke Bali di Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo di Boyolali, Senin (27/11/2017). KOMPAS.com/Labib ZamaniSejumlah penumpang Air Asia menunggu informasi terkait ditutupnya penerbangan tujuan ke Bali di Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo di Boyolali, Senin (27/11/2017).
|
EditorErwin Hutapea

BOYOLALI, KOMPAS.com - Pengelola Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Solo di Boyolali, Jawa Tengah, menyiapkan tiga parking stand (tempat parkir) untuk pesawat jenis narrow body (pesawat berbadan sempit).

Penyiapan tiga tempat parkir pesawat tersebut guna mengantisipasi apabila Bandara Internasional Lombok dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ditutup akibat erupsi Gunung Agung.

"Kami mendapatkan perintah untuk menyiapkan bandara sebagai pengganti apabila nanti Lombok dan Denpasar ditutup," kata General Manager (GM) PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Internasional Adi Soemarmo, Abdullah Usman, di Boyolali, Senin (27/11/2017).

Usman menjelaskan, ada tiga maskapai penerbangan tujuan Solo-Denpasar yang gagal terbang akibat erupsi Gunung Agung, yakni Air Asia ST 8454 rute perbangan Denpasar-Solo-Denpasar sebanyak 315 penumpang, Wings Air W 1849 rute perbangan Lombok-Solo-Lombok 181 penumpang, serta Lion Air JT 924 rute Solo-Kupang 163 penumpang dan Lion Air JT 561 rute Denpasar-Solo 107 penumpang.

Baca juga: TNI Siap Lakukan Evakuasi Warga di Sekitar Gunung Agung

Para penumpang yang pesawatnya gagal terbang bisa mengembalikan uang tiket, dijadwal ulang, atau dialihkan ke penerbangan lain.

"Sampai kapan kami tidak bisa memberitahukan karena memang kami menunggu perkembangan dari BMKG," jelas Usman.

Sementara itu, salah seorang penumpang tujuan Nusa Dua Bali, Indrawati, mengatakan, dengan ditutupnya penerbangan tersebut, dia terpaksa harus pindah pesawat lain. Awalnya dia akan terbang menggunakan pesawat Air Asia pukul 11.30 WIB.

"Sebenarnya mau berangkat jam 11.30 WIB. Karena penerbangannya ditutup, saya harus pindah pesawat lain," ungkap Indrawati.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Regional
Pesona Mata Biru dari Siompu

Pesona Mata Biru dari Siompu

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Regional
Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Regional
Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Regional
Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Regional
Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X