Pasca-kenaikan Status Gunung Agung, Radius Zona Bahaya Diperluas

Kompas.com - 27/11/2017, 06:37 WIB
Asap kelabu menyembur dari puncak Gunung Agung, terpantau dari Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (21/11/2017). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan Gunung Agung meletus pukul 17.05 Wita dengan ketinggian asap mencapai 700 meter. ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANAAsap kelabu menyembur dari puncak Gunung Agung, terpantau dari Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (21/11/2017). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan Gunung Agung meletus pukul 17.05 Wita dengan ketinggian asap mencapai 700 meter.
|
EditorErwin Hutapea

KARANGASEM, KOMPAS.com — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG) memperluas zona bahaya Gunung Agung, Karangasem, Bali, menyusul kenaikan status dari level III (Siaga) menjadi level IV (Awas) pada Senin (27/11/2017) pagi. Jika pada level Siaga zona bahaya berada pada radius 6 kilometer, kini diperluas menjadi 8 km.

"Masyarakat, pendaki, dan pengunjung agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak melakukan aktivitas apa pun di zona perkiraan bahaya, yaitu di area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 8 km dari kawah gunung ditambah perluasan sektoral ke arah utara-timur laut dan tenggara-selatan-barat daya sejauh 10 km dari kawah Gunung Agung," kata Kepala Bidang Mitigasi PVMBG I Gede Suantika.

Menurut dia, zona tersebut harus dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pengunjung.

Zona bahaya ditetapkan pada zona 8 km karena berdasarkan pengamatan beberapa hari terakhir sejak terjadi letusan, tidak teramati adanya luncuran material lebih dari 8 km dari puncak kawah. Jika teramati ada luncuran material melebihi radius tersebut, radius zona bahaya akan disesuaikan.

"Zona perkiraan bahaya ini sewaktu-waktu dapat berubah mengikuti data perkembangan Gunung Agung," ucap Suantika.

Baca juga: Dinaikkan dari Level Siaga, Kini Gunung Agung Berstatus Awas

Status Gunung Agung sendiri sempat diturunkan dari Awas ke Siaga pada Minggu (26/11/2017), tetapi kembali dinaikkan.

Suantika menjelaskan, ada sejumlah indikator yang menyebabkan status Gunung Agung dinaikkan kembali, antara lain meningkatnya erupsi dari tipe erupsi menjadi magmatik, semburan asap, abu vulkanik yang mencapai ketinggian 3.000 meter, dan suara dentuman dari gunung yang terdengar sampai jarak 12 km.

Berdasarkan pantauan petugas, aktivitas vulkanik Gunung Agung masih sangat tinggi.

Pada pengamatan kegempaan di rentang waktu Senin (27/11/2017) pukul 00.00-06.00 Wita, terjadi gempa letusan satu kali, vulkanik dangkal satu kali, tektonik lokal satu kali, kemudian gempa tremor non-harmonik menerus.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Sales Mobil Jadi Wali Kota Cilegon, Ini Jumlah Harta Miliknya

Mantan Sales Mobil Jadi Wali Kota Cilegon, Ini Jumlah Harta Miliknya

Regional
Terapkan Perda Kawasan Tanpa Rokok, Puluhan Asbak di Ruang Kerja ASN Kulonprogo Disita

Terapkan Perda Kawasan Tanpa Rokok, Puluhan Asbak di Ruang Kerja ASN Kulonprogo Disita

Regional
Terungkap, Nenek di Bandung yang Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Ternyata Dibunuh Pembantunya, Ini Motifnya

Terungkap, Nenek di Bandung yang Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Ternyata Dibunuh Pembantunya, Ini Motifnya

Regional
Polda Sumbar Bentuk Tim Terkait Dugaan Penyelewengan Dana Covid-19

Polda Sumbar Bentuk Tim Terkait Dugaan Penyelewengan Dana Covid-19

Regional
Senggol Bodi Truk Saat Hendak Mendahului, Pengendara Motor Tewas Terlindas

Senggol Bodi Truk Saat Hendak Mendahului, Pengendara Motor Tewas Terlindas

Regional
Alesya Kafelnikova Sebut Foto Viral Tanpa Busana di Atas Gajah Karya Seni dan Kecintaan pada Hewan

Alesya Kafelnikova Sebut Foto Viral Tanpa Busana di Atas Gajah Karya Seni dan Kecintaan pada Hewan

Regional
Derita Kusmiyati: Anaknya Urung Jadi PNS, Duit Utang Rp 200 Juta Raib

Derita Kusmiyati: Anaknya Urung Jadi PNS, Duit Utang Rp 200 Juta Raib

Regional
Istri Selingkuh, Anak Dibunuh, Feri: Itu karena Kesalahan Saya...

Istri Selingkuh, Anak Dibunuh, Feri: Itu karena Kesalahan Saya...

Regional
Anaknya Tewas Ditembak Polisi di Kafe Cengkareng, Ayah Korban: Jangan Kematian Dibalas dengan Mati

Anaknya Tewas Ditembak Polisi di Kafe Cengkareng, Ayah Korban: Jangan Kematian Dibalas dengan Mati

Regional
Ganjar Minta Bupati Wali Kota 'Jembar Dadane Dhowo Ususe'

Ganjar Minta Bupati Wali Kota "Jembar Dadane Dhowo Ususe"

Regional
Sebelum Membangun Jember, Pengamat Sarankan Hendy Bersinergi dengan DPRD

Sebelum Membangun Jember, Pengamat Sarankan Hendy Bersinergi dengan DPRD

Regional
Baru Dilantik Jadi Gubernur Kepri, Ini Prioritas Utama Ansar Ahmad

Baru Dilantik Jadi Gubernur Kepri, Ini Prioritas Utama Ansar Ahmad

Regional
Kebakaran di Surabaya, Sang Ibu Sempat Kembali ke Rumah untuk Selamatkan Anaknya yang Tertidur, tapi...

Kebakaran di Surabaya, Sang Ibu Sempat Kembali ke Rumah untuk Selamatkan Anaknya yang Tertidur, tapi...

Regional
Resmi Jadi Bupati Semarang, Ngesti Bersiap Tidur di TPS Peraih Suara Terbanyak

Resmi Jadi Bupati Semarang, Ngesti Bersiap Tidur di TPS Peraih Suara Terbanyak

Regional
Tangis Ayah Korban Penembakan Polisi di Kafe Cengkareng: Dia Tulang Punggung Kami

Tangis Ayah Korban Penembakan Polisi di Kafe Cengkareng: Dia Tulang Punggung Kami

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X