UNESCO Libatkan Anak Muda di Situs Warisan Dunia Untuk Kreatif

Kompas.com - 30/10/2017, 18:50 WIB
Anak muda Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, sedang membuat kerajinan gerabah, Senin (30/10/2017). KOMPAS.com/Ika FitrianaAnak muda Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, sedang membuat kerajinan gerabah, Senin (30/10/2017).
|
EditorReni Susanti

MAGELANG, KOMPAS.com - Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) mengajak anak-anak muda di sekitar Candi Borobudur dan situs warisan budaya dunia lainnya, untuk menempa diri menjadi generasi yang kreatif.

Sebab, kreativitas adalah hal penting untuk meningkatkan perekonomian mereka dan masyarakat sekitar warisan budaya dunia itu.

Ming Kuok Lim, Penasehat Komunikasi dan Informasi UNESCO kantor Jakarta menjelaskan, UNESCO sebagai lembaga yang berkonsentrasi pada pendidikan dan budaya juga mempunyai tugas untuk ikut berpartisipasi meningkatkan kapasitas anak muda di bidang industri kreatif.

Salah satu bentuknya adalah dengan melaksanakan 'Program Pemberdayaan Anak Muda Kreatif Indonesia' yang digelar di Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran komunitas di sekitar Candi Borobudur agar kapasitas mereka meningkat dan mengupayakan anak muda untuk bekerja di industri kreatif, misalnya batik, tarian, makanan, dan lainnya," kata Ming di Galeri Komunitas Desa Karanganyar, Senin (30/10/2017).

(Baca juga : 2 Oktober 2009, UNESCO Akui Batik sebagai Warisan Dunia dari Indonesia)

Ming berujar, dalam program ini, UNESCO berkolaborasi dengan Citi Indonesia (Citibank) yang sama-sama memiliki visi pemberdayaan anak muda kreatif di sekitar situs warisan budaya dunia.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan di 10 destinasi wisata prioritas yang dicanangkan Presiden Jokowi, awal 2016 lalu.

Ribuan penari tampil pada pagelaran tari tradisional Saman massal di stadion Seribu Bukit, Blang Kejeren, Gayo Lues, Aceh, Minggu (13/8/2017). Pagelaran Tari Saman telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda itu diikuti 12.262 peserta dari berbagai komponen masyarakat termasuk PNS, aparat TNI/Polri. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/aww/17.ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA Ribuan penari tampil pada pagelaran tari tradisional Saman massal di stadion Seribu Bukit, Blang Kejeren, Gayo Lues, Aceh, Minggu (13/8/2017). Pagelaran Tari Saman telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda itu diikuti 12.262 peserta dari berbagai komponen masyarakat termasuk PNS, aparat TNI/Polri. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/aww/17.
Elvera N Makki, Country Head Of Corporate Affairs Citi Indonesia menambahkan, program ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah anak muda di wilayah Borobudur memiliki pendapatan lebih baik, yang akan memampukan mereka berkontribusi terhadap ekonomi lokal.

Dengan kombinasi pelatihan keterampilan kerja dan persiapan kewirausahaan, anak-anak muda akan mendapatkan keterampilan berdaya saing dan juga akses terhadap literasi dan inklusi keuangan.

"Kami membuka kesempatan ekonomi yang lebih bagi anak muda, membantu meningkatkan kapabilitas mereka supaya lebih sejahtera lagi. Mengasah skill yang dibutuhkan, untuk bisa bersaing dan maju di daerahnya masing-masing," ujar dia.

(Baca juga : Membawa Pencak Silat ke UNESCO)

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X