Kompas.com - 26/10/2017, 15:37 WIB
Kepala Balai Bahasa Sumut Tengku Syarfina saat menjelaskan lahirnya Perda Perlindungan Bahasa Sumut, Kamis (26/10/2017) KOMPAS.com / Mei LeandhaKepala Balai Bahasa Sumut Tengku Syarfina saat menjelaskan lahirnya Perda Perlindungan Bahasa Sumut, Kamis (26/10/2017)
|
EditorErlangga Djumena

MEDAN, KOMPAS.com - Gempuran penggunaan bahasa asing di setiap sendi kehidupan masyarakat semakin mengancam keberadaan bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Banyak orang terkesan malu dan jengah menggunakan bahasa ibunya saat berhadapan dengan orang asing, atau kaumnya sendiri. Sebagian takut dianggap ketinggalan jaman, tidak gaul atau ketinggalan.

Kalau hal ini dibiarkan, tidak mustahil eksistensi Bahasa Indonesia juga bahasa dan sastra daerah di Sumatera Utara akan terpinggirkan. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sumut mengantisipasinya dengan melahirkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2017 tentang Pengutamaan Bahasa Indonesia dan Pelindungan Bahasa Daerah dan Sastra Daerah.

“Allhamdulillah, sekarang sudah ada payung hukumnya. Kalau dulu sifatnya kita hanya sekedar mengimbau, dengan Perda ini sudah ada aturan jelas dan sanksi bagi pelanggarnya,” kata Kepala Balai Bahasa Sumut Tengku Syarfina, Kamis (26/10/2017).

Dia menyebutkan, Pasal 9 dalam Perda tersebut mewajibkan penggunaan Bahasa Indonesia dalam bahasa produk hukum daerah, dokumentasi resmi daerah, bahasa pengantar dalam pendidikan nasional, dalam forum yang bersifat nasional dan internasional yang diselenggarakan di Indonesia.

Baca juga : Di Pura Gunung Kawi, Obama Menawar Suvenir Pakai Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia juga wajib digunakan untuk nama bangunan atau gedung, jalan, apartemen atau permukiman, perkantoran, kompleks perdagangan, merek dagang, lembaga usaha, lembaga pendidikan, organisasi yang didirikan dan dimiliki warga negara Indonesia atau badan hukum di Indonesia. Juga wajib digunakan dalam rambu umum, penunjuk jalan, fasilitas umum, spanduk, dan alat informasi lain yang merupakan pelayanan umum, serta dalam informasi melalui media massa.

“Sementara Pasal 18-nya menyatakan, lembaga atau institusi yang tidak melaksanakan ketentuan Pasal 9 dikenakan sanksi berupa lisan, teguran tertulis, penghentian sementara kegiatan layanan publik dan pencabutan sementara izin. Sanksi diberikan gubernur berdasarkan usulan pimpinan SKPD yang berwenang,” ujar Syarfina.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pelaksana pengawasan, pengembangan, pembinaan dan pelindungan Bahasa Indonesia dilaksanakan Balai Bahasa Sumut. Sedangkan pelaksana pengawasan pengembangan, pembinaan dan pelindungan bahasa daerah dan sastra daerah dilaksanakan oleh gubernur yang didelegasikan kepada Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dengan berkoordinasi dengan Balai Bahasa Sumut.

Arah dan strategis kebijakan sesuai Pasal 13, dijelaskan Syarfina, pemerintah daerah bertugas melaksanakan pengutamaan penggunaan bahasa Indonesia di daerah, menetapkan dan mengembangkan materi pengajaran bahasa daerah dan sastra daerah dalam kurikulum muatan lokal wajib di jenjang pendidikan menengah dan pendidikan khusus satuan pendidikan formal.

Pemerintah daerah wajib mengadakan buku pelajaran, buku pengayakan, dan buku bacaan bahasa dan sastra daerah sebagai refrerensi bagi peserta didik dalam pengembangan kemampuan berbahasa daerah. Pemerintah daerah wajib memperkaya buku bahasa dan sastra daerah di perpustakaan, juga mendorong dan menfasilitasi organisasi serta lembaga kemasyarakatan dalam pelestarian bahasa dan sastra daerah.

“Perda ini merupakan produk hukum baru, maka perlu disosialisasikan ke masyarakat. Nanti kita bersama anggota DPRD Sumut akan mensosialisasikan Perda ini ke daerah-daerah,” kata Syarfina.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Regional
Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Regional
Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Regional
Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.