Kasus Kematian Taruna Akpol, 21 Taruna Tingkat 2 Diperiksa

Kompas.com - 26/09/2017, 20:53 WIB
Sidang pemeriksaan saksi dalam kasus tewasnya taruna Akpol di Pengadilan Negeri Semarang, Selasa (26/9/2017).KOMPAS.com/Nazar Nurdin Sidang pemeriksaan saksi dalam kasus tewasnya taruna Akpol di Pengadilan Negeri Semarang, Selasa (26/9/2017).

SEMARANG, KOMPAS.com - Sebanyak 21 taruna tingkat II Akademi Kepolisian (Akpol) diperiksa sebagai saksi atas kematian rekannya Brigdatar Muhammad Adam. Mereka adalah saksi yang melihat dan mengalami langsung insiden tersebut.

Ke-21 taruna ini memberikan kesaksiannya dalam persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi terhadap 14 terdakwa di Pengadilan Negeri Semarang, Selasa (26/9/2017).

Ke-21 saksi dibagi menjadi tiga sesuai berkas perkara untuk 14 terdakwa. Untuk sidang berkas 9 terdakwa ada 7 saksi yang dihadirkan. Sedangkan untuk sidang 4 terdakwa ada 5 saksi, dan untuk 1 terdakwa dihadirkan 9 orang saksi.

Dari 21 saksi yang diajukan, 2 saksi di antaranya tidak hadir karena sakit. 


(Baca juga: Taruna Akpol Tewas Dipukul, 14 Senior Didakwa Pasal Penganiayaan)

Salah satu saksi, Brigdatar Reno Ananda Putra mengaku melihat para terdakwa melakukan pemukulan kepada korban Muhammad Adam. Saksi pun bercerita dalam proses terjadinya insiden malam itu.

"Saya hanya melihat pada fase awal," kata Reno dalam sidang yang dipimpin Antonius Widjantono dengan jaksa Slamet Margono.

Berangkulan

Sementara dalam sidang untuk 9 terdakwa, hakim memberikan waktu bagi para taruna senior dan junior untuk saling memaafkan. Di tengah sidang, mereka saling berangkulan.

Tujuh saksi yang dihadirkan yaitu Brigdatar Anakletus Mardi Wayne, Ilham Gesta Rahman, Sua Fauzan Fataruba, Dwi Kurnia Arsiyanto, M Rizki Ramadani, Raymond Juliano, serta Reza Andhika Arifin saling bermaafan dengan 9 orang terdakwa.

Saksi Dwi Kurnia menerangkan, seusai kejadian itu, para taruna senior langsung menyampaikan permintaan maaf. Ucapan maaf terlontar secara langsung ketika proses rekonstruksi perkara.

Saksi lain, Fauzan Fataruba menerangkan, para taruna tingkat dua dikumpulkan dalam satu ruangan untuk diberi pembinaan disiplin. Dalam proses itu, para saksi mengakui ada pemukulan pada taruna tingkat 2 baik melalui tangan kosong ataupun menggunakan alat.

(Baca juga: Polri Masih Dalami Dugaan Pelanggaran Seleksi Akpol di Polda Jabar)

 

Namun saksi menilai hukuman itu bentuk pembinaan dari seniornya. "Pembinaan bukan merupakan penyiksaan. Kami sudah memaafkan para senior kami," kata saksi.

Sidang untuk 14 terdakwa taruna senior tingkat III masih dilanjut pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi. Para terdakwa sendiri dijerat dengan dakwaan pasal 170 ayat 2 ke 3 Kitab Undang-undang Hukum Pidana. 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorReni Susanti
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X