Kompas.com - 26/09/2017, 05:59 WIB
Pemandangan di puncak Gunung Agung (3.142 mdpl), Bali, Kamis (6/10/2011). Gunung stratovolcano ini terakhir meletus dahsyat 1963 menelan korban jiwa 1.148 orang. KOMPAS.COM/FIKRIA HIDAYATPemandangan di puncak Gunung Agung (3.142 mdpl), Bali, Kamis (6/10/2011). Gunung stratovolcano ini terakhir meletus dahsyat 1963 menelan korban jiwa 1.148 orang.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

MAKASSAR, KOMPAS.com - AirNav Indonesia Cabang Utama Makassar Air Traffic Service Center (MATSC) menyiagakan 6 bandara sebagai tujuan alternatif penerbangan internasional tujuan Bandara I Ngurah Rai, Bali, jika Gunung Agung meletus.

General Manager AirNav Indonesia Cabang Utama Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), Novy Pantaryanto mengatakan, enam bandara tersebut adalah Makassar, Balikpapan, Banjarmasin, Manado, Surabaya, dan Lombok. Sebab, bandara-bandara tersebut bisa menampung pesawat berbadan besar.

"Ya harus disiapkan karena bandara kecil tidak mungkin bisa disinggahi pesawat besar, sementara penerbangan internasional pastinya bertipe besar," kata Novy di Posko Crisis Center, Senin (25/9/2017).

Selain enam bandara itu, disiagakan juga empat bandara lainnya untuk penerbangan domestik, jika bandara di Bali ditutup. Kendari, Palu, Manado, Ambon, dan Banyuwangi.

Baca: Bandara dan Pelabuhan Disiapkan untuk Antisipasi Erupsi Gunung Agung

Menurut Novy, pihaknya telah mengumpulkan sejumlah informasi penerbangan sejak tiga hari terakhir. Informasi itu melingkupi rute penerbangan dan tipe pesawat.

Dari data tersebut, pihaknya bisa mengatur jalur dan bandara alternatif bila Gunung Agung meletus. Manajemen AirNav telah membuat sejumlah skema lalu lintas penerbangan jika abu vulkanik Gunung Agung mulai menyebar.

Baca: BNPB Puji Respons Masyarakat Bali Hadapi Erupsi Gunung Agung

AirNav Cabang Utama MATSC yang mengatur lalu lintas penerbangan di udara Indonesia bagian timur juga telah membuka posko Crisis Center mulai Senin (25/9/2017) hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Keberadaan posko itu ditujukan sebagai wadah informasi dan komunikasi dalam mengantisipasi dampak erupsi Gunung Agung terhadap lalu-lintas penerbangan.

Baca: BNPB Sebut Gejala Erupsi Gunung Agung Kondisinya Mirip Saat 1963

Dari Posko Crisis Center, pihaknya akan mengatur pengalihan rute penerbangan, termasuk penyiapan bandara alternatif.

Dalam Posko Crisis Center, AirNav Cabang Utama MATSC melibatkan seluruh pihak terkait. Mulai dari para pejabat terkait dan supervisor di AirNav Indonesia, BMKG, otoritas bandara dan perwakilan maskapai penerbangan. Posko tersebut akan beroperasi selama 24 jam jika Gunung Agung meletus.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X