Dituduh Cabuli Santriwati, Pimpinan Pesantren Dilaporkan ke Polisi - Kompas.com

Dituduh Cabuli Santriwati, Pimpinan Pesantren Dilaporkan ke Polisi

Kompas.com - 09/09/2017, 13:08 WIB
IlustrasiHANDINING Ilustrasi

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Salah seorang pimpinan pesantren di Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, berinisial TM (50), dilaporkan ke Polres Aceh Utara karena dituduh telah mencabuli santriwatinya berinisial DA (17).

Kepala Humas Polres Aceh Utara AKP M Jafaruddin, Sabtu (9/9/2017) menyebutkan, kasus itu berawal saat TM mendatangi rumah keluarga korban untuk meminta menikahi putrinya. Namun sang ayah tidak menerima permintaan itu. Ayah DA menyatakan putrinya masih butuh pengetahuan dan ilmu untuk bekal kelak.

Belakangan, TA mengirimkan pesan singkat pada orang tua DA dan menyatakan dirinya telah berhubungan badan dengan DA dua kali. Sehingga, tidak mungkin DA menikah dengan pria lain.

“Hubungan intim itu dilakukan sekitar Juli dan Agustus 2017 di rumah pelaku dekat dengan pesantren. Kita sudah menerima laporan itu dan sudah meminta keterangan dari keluarga DA,” katanya.

Baca juga: Ketua Yayasan Pemerhati Anak Ditangkap karena Cabuli 4 Bocah Laki-laki

Terkait keberadaan TM, sambung AKP Jafaruddin, tim satuan reserse dan kriminal sedang memburunya.

“Dia tak ada lagi di rumahnya. Kita terus selidiki keberadaannya dan kita cari sampai ketemu,” katanya.

Kompas TV KPAI Prihatin Terhadap Korban Pencabulan di Palembang


EditorErlangga Djumena
Komentar

Terkini Lainnya

Diusir, Dicurigai Teroris, hingga Terpisah dengan Suami, Ibu dan 6 Anaknya Ini Diamankan Dinsos

Diusir, Dicurigai Teroris, hingga Terpisah dengan Suami, Ibu dan 6 Anaknya Ini Diamankan Dinsos

Megapolitan
Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta Masih Ditutup

Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta Masih Ditutup

Megapolitan
Ketua Pansus: Harus Ada Pembeda Antara Kriminal Biasa dan Terorisme

Ketua Pansus: Harus Ada Pembeda Antara Kriminal Biasa dan Terorisme

Nasional
Seorang Pria Ditemukan Tewas Dalam Kamar Mandi Hotel

Seorang Pria Ditemukan Tewas Dalam Kamar Mandi Hotel

Regional
Koper Hitam Tak Bertuan di Kepri Bikin Heboh, Isinya Ternyata Kosong

Koper Hitam Tak Bertuan di Kepri Bikin Heboh, Isinya Ternyata Kosong

Regional
Pelaku Penyerangan Mapolsek Maro Kerap Berurusan dengan Polisi

Pelaku Penyerangan Mapolsek Maro Kerap Berurusan dengan Polisi

Nasional
Ingin Perwira Aktif Masuk Kemenko Maritim, Luhut Inisiasi Revisi UU TNI

Ingin Perwira Aktif Masuk Kemenko Maritim, Luhut Inisiasi Revisi UU TNI

Nasional
Polisi Cek Kejiwaan Pelaku Penyerangan Mapolsek Maro Sebo

Polisi Cek Kejiwaan Pelaku Penyerangan Mapolsek Maro Sebo

Nasional
Pemprov DKI Resmi Melantik Johan Romadhon sebagai Dirut PD Dharma Jaya

Pemprov DKI Resmi Melantik Johan Romadhon sebagai Dirut PD Dharma Jaya

Megapolitan
Rudal Houthi Hantam Pasar yang Ramai di Yaman, Lima Orang Tewas

Rudal Houthi Hantam Pasar yang Ramai di Yaman, Lima Orang Tewas

Internasional
Sandiaga Imbau Warga Tukar Uang untuk THR di Tempat Resmi

Sandiaga Imbau Warga Tukar Uang untuk THR di Tempat Resmi

Megapolitan
Siap Edarkan 1,1 Kilogram  Sabu, Sepasang Suami istri Ditangkap Polisi

Siap Edarkan 1,1 Kilogram Sabu, Sepasang Suami istri Ditangkap Polisi

Regional
Jaksa KPK: Kontraktor Diminta Uang untuk Biaya Kampanye Calon Gubernur Sultra

Jaksa KPK: Kontraktor Diminta Uang untuk Biaya Kampanye Calon Gubernur Sultra

Nasional
Ini Alasan Pemerintah Tak Ingin Ada Motif Politik dalam Definisi Terorisme

Ini Alasan Pemerintah Tak Ingin Ada Motif Politik dalam Definisi Terorisme

Nasional
Tergelincir di Bandara Honduras, Badan Pesawat Jet Terbelah

Tergelincir di Bandara Honduras, Badan Pesawat Jet Terbelah

Internasional

Close Ads X