Kompas.com - 08/09/2017, 17:41 WIB
|
EditorFarid Assifa

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Program pendidikan karakter dilakukan di sekolah inklusi SD Negeri 3 Karangrejo Banyuwangi. Pendidikan karakter diterapkan dengan pembiasaan nilai untuk saling menerima perbedaan.

Demikian disampaikan Yayuk Prayuwati, Kepala SD Negeri 3 Karangrejo, Banyuwangi, ketika ditemui Jumat (8/9/2017).

"Kami membiasakan semua murid untuk saling menghargai dan menyadari perbedaan. Guru dan murid selalu berupaya untuk tidak mengucilkan siswa yang berkebutuhan khusus,” ujarnya.

SD Negeri 3 Karangrejo merupakan salah satu sekolah dasar yang dijadikan proyek percontohan sekolah inklusif di Banyuwangi. Sekolah tersebut mencampur siswa berkebutuhan khusus dengan siswa umum lainnya dalam satu kelas.

Program sekolah inklusi di SD Negeri 3 Karangrejo sudah dimulai sejak tahun 2008. Sejak saat itu, sudah ada sekitar 100 siswa berkebutuhan khusus yang belajar di sana. Tahun ini ada 28 siswa berkebutuhan khusus yang belajar di SD Negeri 3 Karangrejo dari kelas I hingga kelas VI.

Baca juga: Presiden Jokowi Diminta Resmikan Pendidikan Karakter di Purwakarta

Siswa berkebutuhan khusus didominasi oleh siswa yang mengalamai lambat belajar. Namun beberapa siswa berkebutuhan khusus lainnya ada yang menderita autisme, tunarungu, tunadaksa dan lainnya.

Pembiasaan, lanjut Yayuk, menjadi modal utama pengembangan karakter siswa untuk bisa menerima kondisi rekan-rekannya yang berkebutuhan khusus. Melalui pembiasaan tersebut, siswa menganggap siswa berkebutuhan khusus sebagai rekannya yang tidak patut dikucilkan

“Kami mengajari dan mengajak siswa-siswa untuk biasa memaklumi temannya yang berkebutuhan khusus. Lama kelamaan mereka maklum. Tidak ada yang mengganggu atau mengolok siswa berkebutuhan khusus,” ujarnya.

Yayuk mengatakan, justru siswa berkebutuhan khusus yang kadang mengganggu rekan-rekannya. Namun, karena dibiasakan untuk memaklumi, mereka juga tidak melawan atau membalas saat diganggu oleh temannya yang berkebutuhan khusus.

Pembiasaan juga dilakukan dalam proses belajar mengajar. Siswa yang berkebutuhan khusus dibiasakan berada dalam satu kelas dengan teman-teman lainnya. Hal itu dilakukan agar anak-anak berkebutuhan khusus bisa bersosialisasi dengan rekan-rekanya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.