Diteriaki Maling, Orang Gila Dihakimi Warga dan Keluarga Korban Protes

Kompas.com - 06/09/2017, 15:27 WIB
Puluhan keluarga korban menggelar unjukrasa di depan Mapolsek Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan menuntut agar seluruh pelaku penganiayaan terhadap penderita gangguang jiwa yang dikira maling segera ditangkap. Rabu, (6/9/2017). KOMPAS.com / ABDUL HAQPuluhan keluarga korban menggelar unjukrasa di depan Mapolsek Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan menuntut agar seluruh pelaku penganiayaan terhadap penderita gangguang jiwa yang dikira maling segera ditangkap. Rabu, (6/9/2017).
|
EditorFarid Assifa

GOWA, KOMPAS.com - Kasus main hakim sendiri oleh warga terhadap penderita gangguan jiwa yang dikira maling di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berbuntut panjang.

Puluhan mahasiswa dan keluarga korban menggelar unjuk rasa di kantor polisi menuntut agar pelaku penganiayaan segera ditangkap, Rabu (6/9/2017).

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia (KAMRI) dan keluarga korban berdemonstrasi di Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Pallangga pada pukul 11.00 Wita.

Di depan Mapolsek, keluarga korban berorasi dengan memblokade jalan raya hingga memicu kemacetan di Jalur Trans Sulawesi.


Mahasiswa menuntut agar seluruh pelaku penganiayaan terhadap Iqbal (20) segera ditangkap.

"Kami menuntut agar polisi jangan berpangku tangan dalam memproses kasus ini, apalagi korban bukanlah pencuri tapi penderita gangguan jiwa," teriak Ahmad Ando, koordinator lapangan dalam orasinya.

Baca juga: Viral, Video Seorang Wanita Dihakimi Massa karena Mencuri Emas

Sepekan sebelumnya, pada Jumat (1/9/2017) pukul 02.00 Wita di Desa Jenetallasa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, dihakimi oleh warga setelah diteriaki maling.

Korban sendiri dievakuasi ke rumah sakit oleh aparat kepolisian lantaran kondisinya mengenaskan dengan sejumlah luka tikaman, hantaman benda tumpul serta luka bakar pada bagian punggung.

Pihak keluarga yang tak terima atas peristiwa ini kemudian melapor ke pihak kepolisian hingga akhirnya menggelar unju krasa lantaran menilai pihak kepolisian belum menanggapi laporan tersebut.

"Kami selaku keluarga korban sudah melapor secara resmi tapi sampai sekarang ini belum ada pelaku yang ditangkap, sementara keluarga kami sudah geram dan mau melakukan tindakan balas dendam sendiri kalau ini tidak ditangani secara serius," kata Daeng Ngawing, salah seorang keluarga korban.

Tak hanya menggelar unjuk rasa di depan Mapolsek Pallangga, keluarga korban juga mendatangi Mapolres Gowa menuntut agar kasus tersebut ditangani secara serius.

Baca juga: Usai Tertabrak, 2 Penjambret Ini Babak Belur Dihakimi Massa

Setelah mendapatkan penjelasan, keluarga korban akhirnya membubarkan diri. Sementara korban sendiri saat ini dalam perawatan intensif Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dadi Makassar.

"Kasusnya sementara dalam proses penyelidikan, dan kami sudah memeriksa sejumlah saksi. Adapun korbannya saat ini dalam perawatan rumah sakit jiwa di Makassar," kata AKP Mangatas Tambunan, kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Polres Gowa.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Longsor Landa Kabupaten Solok, 1.650 Warga Terisolasi

Longsor Landa Kabupaten Solok, 1.650 Warga Terisolasi

Regional
Rumah Dijadikan Tempat Prostitusi, Wanita Paruh Baya Ini Ditangkap

Rumah Dijadikan Tempat Prostitusi, Wanita Paruh Baya Ini Ditangkap

Regional
Mudik Lebaran 2020, PT KAI Divre III Palembang Siapkan 63.228 Tiket

Mudik Lebaran 2020, PT KAI Divre III Palembang Siapkan 63.228 Tiket

Regional
Dikira Harimau, Jejak Kaki Kucing Hutan Bikin Heboh Warga Musi Banyuasin

Dikira Harimau, Jejak Kaki Kucing Hutan Bikin Heboh Warga Musi Banyuasin

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Krisis Daging Sapi

Ridwan Kamil Sebut Jabar Krisis Daging Sapi

Regional
Pemulangan Anak WNI Eks ISIS, Wapres: Masih Dipertimbangkan

Pemulangan Anak WNI Eks ISIS, Wapres: Masih Dipertimbangkan

Regional
Uang Rp 47 Juta Pemiliik Kontrakan Dibawa Lari Suami Istri yang Ngaku Mampu Gandakan Jadi Rp 23 M

Uang Rp 47 Juta Pemiliik Kontrakan Dibawa Lari Suami Istri yang Ngaku Mampu Gandakan Jadi Rp 23 M

Regional
Bupati Malang Pindah Partai ke PDI-P untuk Rekomendasi Pilkada

Bupati Malang Pindah Partai ke PDI-P untuk Rekomendasi Pilkada

Regional
PDI-P Umumkan Pasangan Calon di Pilkada Medan Akhir Februari atau Maret, Bobby dan Akhyar Masuk Radar

PDI-P Umumkan Pasangan Calon di Pilkada Medan Akhir Februari atau Maret, Bobby dan Akhyar Masuk Radar

Regional
Ini 4 Pasangan Tahap Pertama yang Diusung PDI-P di Pilkada Sumut, Semuanya Petahana

Ini 4 Pasangan Tahap Pertama yang Diusung PDI-P di Pilkada Sumut, Semuanya Petahana

Regional
Pembunuhan Pria di Belakang Pabrik Roti di Lampung Didalangi Sang Istri

Pembunuhan Pria di Belakang Pabrik Roti di Lampung Didalangi Sang Istri

Regional
Kasus Pemerkosaan Siswi SMA di Maluku, Ini Kata Kepala Dinas Pendidikan

Kasus Pemerkosaan Siswi SMA di Maluku, Ini Kata Kepala Dinas Pendidikan

Regional
Ibu TNI Korban Heli Jatuh di Papua: Aku Hancur, Anakku Sudah Meninggal...

Ibu TNI Korban Heli Jatuh di Papua: Aku Hancur, Anakku Sudah Meninggal...

Regional
Polisi Tembak Kaki Anggota Geng Sadis yang Bacok 2 Warga Kulon Progo

Polisi Tembak Kaki Anggota Geng Sadis yang Bacok 2 Warga Kulon Progo

Regional
Kisah Risky, Calon Polisi yang Viral karena Cium Kaki Ayahnya

Kisah Risky, Calon Polisi yang Viral karena Cium Kaki Ayahnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X