MUI Desak Pemerintah Bujuk Myanmar Akui Rohingya sebagai Warga Negara

Kompas.com - 05/09/2017, 21:39 WIB
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin. KOMPAS.com/Putra Prima Perdana.Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin.
|
EditorReni Susanti

BANDUNG, KOMPAS.com - Majelis Ulama Indonesia ( MUI) mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil peran dalam upaya menghentikan krisis kemanusiaan di Myanmar.

Menurut Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin, Indonesia sebagai negara yang netral masih cukup didengar oleh negara-negara lainnya terutama di wilayah Asean.

"Sebab Indonesia dianggap masih pemimpin di negara nonblok, pengaruhnya masih ada," ujar Ma'ruf di sela-sela Silahturahmi dan Halaqah Alim Ulama dan Pengasuh Pondok Pesantren se-Jawa Barat di Pondok Pesantren Sukamiskin, Kota Bandung, Selasa (5/9/2017).

Selain itu, Maruf berharap pemerintah Indonesia mengajak negara lainnya untuk ikut mendesak pemerintah Myanmar memberikan hak warga negara kepada etnis Rohingya yang saat ini terusir dari wilayah Myanmar. 

(Baca juga: MUI: Jangan Musuhi Umat Buddha di Indonesia)

 

"Kita berharap Indonesia bersama negara lain bisa membujuk pemerintah Myanmar untuk bisa mengakui Rohingya sebagai warga negara Myanmar. Sebagai warga negara minoritas, hak-haknya diberikan sehingga tidak diusir dan dimusuhi," tuturnya. 

Apabila Myanmar tidak mengakui etnis Rohingya sebagai warga negara, Ma'ruf menilai pemerintah Myanmar telah melakukan penindasan terhadap satu etnis tertentu.  

"Kalau mereka tidak punya negara, enggak ada yang mengakui. Ini mendzolimi namanya," ucapnya.

Lebih lanjut Ma'ruf menambahkan, etnis Rohingya sudah sepantasnya diakui sebagai warga negara Myanmar. Sebab, Rohingya sudah lama mendiami negara yang dulunya bernama Birma tersebut.

"Rohingnya dianggap pendatang, kalau cara berpikirnya dianggap seperti itu berbahaya sekali. Yang sudah mendiami (negara) harus dianggap sebagai warga negara," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

Regional
Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

Regional
Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Regional
[POPULER NUSANTARA] Curi iPhone 11, Dosen Ditetapkan Tersangka | Petani Kopi Tewas Diterkam Harimau

[POPULER NUSANTARA] Curi iPhone 11, Dosen Ditetapkan Tersangka | Petani Kopi Tewas Diterkam Harimau

Regional
5 Fakta Kerusuhan Penggusuran Tamansari, 25 Orang Diamankan hingga Proyek Rumah Deret

5 Fakta Kerusuhan Penggusuran Tamansari, 25 Orang Diamankan hingga Proyek Rumah Deret

Regional
Nitilaku UGM Diikuti Ribuan Peserta dengan Kostum Wayang dan Pejuang

Nitilaku UGM Diikuti Ribuan Peserta dengan Kostum Wayang dan Pejuang

Regional
2020, Pesawat Jenis ATR Ditargetkan Bisa Mendarat di Bandara Ewer Asmat

2020, Pesawat Jenis ATR Ditargetkan Bisa Mendarat di Bandara Ewer Asmat

Regional
Soal Tamansari, Wali Kota Bandung: Dua Kali PTUN Kami Menang

Soal Tamansari, Wali Kota Bandung: Dua Kali PTUN Kami Menang

Regional
5 Fakta Ibu Tiri Panggang Tangan Anaknya di Atas Kompor, Sering Dipukuli Suami hingga Korban Jadi Pelampiasan

5 Fakta Ibu Tiri Panggang Tangan Anaknya di Atas Kompor, Sering Dipukuli Suami hingga Korban Jadi Pelampiasan

Regional
4 Fakta Banjir di Kampar, Ratusan Rumah Terendam hingga Warga Terserang Penyakit

4 Fakta Banjir di Kampar, Ratusan Rumah Terendam hingga Warga Terserang Penyakit

Regional
Ridwan Kamil: 90 Persen Warga Tamansari Dukung Penataan

Ridwan Kamil: 90 Persen Warga Tamansari Dukung Penataan

Regional
Telantar di Bandara Dubai, TKI Ini Selamat berkat Sebuah Posting di Facebook

Telantar di Bandara Dubai, TKI Ini Selamat berkat Sebuah Posting di Facebook

Regional
Banjir di Dharmasraya, 1 Bocah Tewas dan Warga Panjat Pohon Selamatkan Diri

Banjir di Dharmasraya, 1 Bocah Tewas dan Warga Panjat Pohon Selamatkan Diri

Regional
Diduga Bodong, Polda Jatum Sita 2 McLaren, hingga 4 Ferrari

Diduga Bodong, Polda Jatum Sita 2 McLaren, hingga 4 Ferrari

Regional
4 Desa di Dharmasraya Terendam Banjir 3 Meter, Ratusan KK Terisolasi

4 Desa di Dharmasraya Terendam Banjir 3 Meter, Ratusan KK Terisolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X