Anaknya Kawin Lari, Pria Ini Akhiri Hidup dengan Terjun ke Jurang

Kompas.com - 29/07/2017, 16:11 WIB
Aparat kepolisian di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan melakukan penjagaan pasca penemuan jasad warga setempat di dasar jurang. Sabtu, (29/7/2017). KOMPAS.com / ABDUL HAQAparat kepolisian di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan melakukan penjagaan pasca penemuan jasad warga setempat di dasar jurang. Sabtu, (29/7/2017).
|
EditorIcha Rastika

GOWA, KOMPAS.com - Diduga tak kuat menanggung malu setelah anak gadisnya kawin lari, seorang pria di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan nekat mengakhiri hidupnya dengan terjun ke jurang. Jenazah SG (42) ditemukan warga yang hendak memancing di sela-sela bebatuan cadas.

Warga Dusun Gantarang, Desa Ulujangang, Kecamatan Bontolempangang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan itu ditemukan pukul 16.30 Wita Jumat, (28/7/2017) oleh Manai (40), warga Dusun Taipajawa, Desa Bontolempangang, Kecamatan Bontolempangang.

"Saya mancing ikan di sela-sela batu dan ternyata saya dapat mayat," kata Manai yang dikonfirmasi pada Sabtu, (29/7/2017).

(Baca juga: Polisi Duga Pria yang Ditemukan Terbakar di Cengkareng Bunuh Diri)

Aparat kepolisian yang tiba di lokasi langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas menemukan sedikit kendala saat membawa jenazah korban dari dasar jurang.

Sebab, terdapat semak belukar dan bebatuan cadas di dasar jurang tempat jenazah korban. Hingga pada pukul 22.00 Wita, jenazah korban diangkat dari dasar jurang.

Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) setempat untuk divisum.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari hasil visum tersebut, pihak medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Semalam saya pimpin langsung proses visum dan tidak ada tanda-tanda kekerasan," kata Kepala Puskesmas Bontollempangang Suaib.

(Baca juga: Pelaku Percobaan Bunuh Diri di Jalan Layang Pasupati Meninggal)

Berdasarkan informasi yang diperoleh Kompas.com, korban baru empat bulan bulan berada di kampung halamannya setelah menjadi tenaga kerja indonesia (TKI) di Malaysia.

Pihak kepolidian menduga bahwa korban bunuh diri lantaran tak sanggup menanggung malu setelah anak gadisnya kawin lari.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X