Kompas.com - 21/07/2017, 17:55 WIB
|
EditorReni Susanti

WAINGAPU, KOMPAS.com - Tim Gabungan Satuan Reserse dan Kriminal serta Satuan Intelkam Kepolisian Resor Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), berhasil mengagalkan pengiriman calon tenaga kerja ilegal ke Provinsi Papua.

Saat pengerebekan di RT 02, RW 01, Kelurahan Temu, Kecamatan Haharu, tim menemukan 50 orang calon tenaga kerja yang berasal dari kabupaten Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya, yang terdiri dari 43 laki-laki dan tujuh orang perempuan.

Kepala Bidang Humas Polda NTT Kombes Jules Abraham Abast mengatakan, calon tenaga kerja tersebut, rencananya akan diberangkatkan perekrutnya, SL (30), ke Kecamatan Lere, Kabupaten Jayapura, Papua untuk bekerja di salah satu perusahaan kelapa sawit.

Menurut Jules, SL mengaku telah bekerja di Papua selama satu tahun dari Juli 2016. Saat diperiksa, SL tidak memiliki KTP. Ia hanya mengantongi surat keterangan penduduk. Di surat tersebut, SL beralamatkan di Kabupaten Sumba Tengah.

(Baca juga: Jadi Tenaga Kerja Ilegal, Dua WNA China Diamankan Imigrasi Wonosobo)

"Awalnya ia bekerja di PT Agro Lestari Timika  selama tujuh bulan kemudian pindah ke Jayapura di PT Sinar Mas tempat ia bekerja sekarang," tutur Jules kepada Kompas.com, Jumat (21/7/2017).

SL, lanjut Jules, mengaku dipercaya untuk merekrut tenaga kerja di Pulau Sumba. Perusahaan menilai bahwa dirinya dalam bekerja mampu mengkoordinir teman-temannya.

Rencananya, ke-50 orang tersebut akan berangkat menuju Papua pada Kamis (23/7/2017) dengan menggunakan kapal laut KM Willis. Seluruh biaya keberangkatan ditanggung perusahaan.

Namun dari hasil pemeriksaan, SL tidak memiliki surat izin untuk merekrut tenaga kerja dari dinas terkait dan tidak memiliki surat perintah dari perusahaan untuk merekrut tenaga kerja.

(Baca juga: Tampung Calon Tenaga Kerja Ilegal di Kamar Kos, Pria Ini Ditangkap Polisi)

 

Dalam pemeriksaanya, SL juga mengaku bahwa surat untuk merekrut tenaga kerja masih diurus di Dinas Tenaga Kerja NTT di Kupang, dengan melampirkan foto kopi KTP/Surat Keterangan Penduduk dari desa calon tenaker serta surat keterangan dari desa yang menyatakan bahwa warganya akan bekerja di Papua.

Para calon pekerja yang direkrut tersebut dijanjikan SL akan bekerja dari pukul 07.00 sampai 14.00 Wita dengan upah minimum Rp 2.886.000 per bulan. Jika lembur, akan diberikan upah sampai Rp 111.000.

"Pada awalnya jumlah yang direkrut dan ditampung sebanyak 60, namun 10 orang lainnya sudah kembali ke daerah asal. SL dan para calon tenaga kerja tersebut kemudian diamankan tim gabungan dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di unit Tipidter," ucapnya.

SL diduga melanggar pasal 2, UU No 21 Tahun 2017 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. 

Kompas TV Mulai 1 Juli 2017, Malaysia sudah melakukan razia Tenaga Kerja Ilegal.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Regional
Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Regional
Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Regional
Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Regional
Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Regional
Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Regional
Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Regional
Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Regional
Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Regional
Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Regional
Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Regional
Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Regional
Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Regional
Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.