Jadi Tenaga Kerja Ilegal, Dua WNA China Diamankan Imigrasi Wonosobo

Kompas.com - 14/04/2017, 09:05 WIB
Dua WN China diamankan petugas Imigrasi Wonosobo karena diduga menjadi tenaga kerja ilegal. Dok Kantor Imigrasi WonosoboDua WN China diamankan petugas Imigrasi Wonosobo karena diduga menjadi tenaga kerja ilegal.
|
EditorBayu Galih

WONOSOBO, KOMPAS.com - Dua warga negara asing (WNA) asal China diamankan petugas Imigrasi Wonosobo, Jawa Tengah, karena diduga melanggar izin tinggal.

Keduanya diketahui bekerja secara ilegal di sebuah perusahaan pengolahan kayu di kawasan Tempuran, Kabupaten Magelang.

Kepala Kantor Imigrasi Wonosobo, Soeryo Tarto Kisdoyo menyebutkan, dua warga China itu bernama Zhou Jinjin (34) dan Gao Lichau (21).

Dari dokumen paspor yang mereka miliki seharusnya mereka hanya boleh tinggal di Indonesia untuk kunjungan wisata atau kunjungan beberapa kali saja.

"Tapi mereka menyalahgunakan izin tinggal itu dengan bekerja," ujar Soeryo, dalam keterangan pers yang diterima Kamis (13/4/2017).

"Mereka kami amankan Selasa (11/4/2017), di sebuah rumah di Perumahan Tanjung Regency nomor 3, Kecamatan Mertoyudan," kata dia.

Menurut Soeryo, Zhou Jinjin telah bekerja di perusahaan pengolahan kayu Sonokeling sejak November 2016, sedangkan Gao Lichau sejak Maret 2017.

Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di kantor Imigrasi Wonosobo.

"Kami sedang mendalami dugaan pelanggaran yang dilakukan mereka sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian," ucap Soeryo.

(Baca juga: Ada 7.787 WNA Dideportasi Sepanjang 2016, Mayoritas WN China)

Soeryo mengatakan, Kabupaten Magelang termasuk wilayah yang paling banyak ditinggali oleh WNA dibanding daerah lain se-Karesidenan Kedu.

Selain ada obyek wisata, wilayah ini juga terdapat kawasan industri serta pondok pesantren. 

Kompas TV Ratusan Pekerja Asing Bermasalah di Indonesia

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X