Diduga Menyimpang, Proses Penerimaan Taruna dari Polda Jabar Diambil Alih Polri

Kompas.com - 01/07/2017, 12:21 WIB
KOMPAS.com/Putra Prima Perdana Asisten Kepala Polri Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) Irjen Pol Arief Sulistyanto

BANDUNG, KOMPAS.com- Asisten Kepala Polri Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) Irjen Pol Arief Sulistyanto mengatakan, Mabes Polri mengambil alih proses penerimaan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) 2017 dari panitia daerah Polda Jawa Barat.

Arief menjelaskan, pengambilalihan proses penerimaan Taruna Akpol tersebut disebabkan oleh adanya kericuhan orangtua calon taruna yang terjadi pada Rabu (28/6/2017) lalu, setelah terbit keputusan Kepala Polda Jawa Barat yang menyatakan kuota penerimaan Taruna Akpol dibagi menjadi kuota khusus putra daerah dan kuota non putra daerah. 

"Ternyata polda melakukan kebijakan yang menimbulkan kekisruhan. Seleksi daerah dari 35 orang menjadi 23 untuk mengikuti seleksi tingkat pusat akan di-take over oleh panitia pusat (Mabes Polri)," kata Arief saat konferensi pers di Markas Polda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Sabtu (1/7/2017).

Baca: Beredar Video Orangtua Protes di Sidang Akpol, Ini Komentar Polri


Arief mengatakan, secara otomatis pula Mabes Polri membatalkan keputusan Kapolda Jawa Barat tentang penetapan kuota putra daerah Jawa Barat untuk Taruna Akpol. 

"Keputusan Kapolda Jawa Barat dibatalkan. Saya ke sini dalam rangka melakukan supervisi terhadap proses penerimaan anggota Polri 2017 di Polda Jawa Barat. Kekisruhan yang terjadi tidak dikehendaki panitia pusat," ujarnya. 

Arief menambahkan, pihaknya juga mengajak sejumlah Kepala Biro Propam Mabes Polri dalam kegiatan supervisi tersebut. Mereka akan melakukan pemeriksan terhadap panitia daerah untuk mencari adanya dugaan penyimpangan dalam proses  penerimaan Taruna Akpol di Polda Jawa Barat. 

"Untuk sanksi akan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu oleh Divisi Propam. Intinya Kapolri tidak akan memberikan toleransi apabila merugikan institusi Polri dan merugikan masyarakat," ucapnya.

Baca: Polri Bentuk Tim Investigasi Terkait Protes Orangtua di Sidang Akpol

Dugaan penyimpangan yang terdapat dalam keputusan Kapolda Jawa Barat pada proses penerimaan Taruna Akpol 2017 menurut Arief dikarenakan kebijakan tersebut tidak mengikuti prosedur penerimaan Taruna Akpol dari panitia pusat atau Mabes Polri. 

"Panitia Pusat sudah merumuskan ketentuan yang harus diikuti panitia daerah. Dari 33 Polda di seluruh Indonesia, 32 tidak bermasalah. Hanya di Polda Jawa Barat terjadi kericuhan," tandasnya.  

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Upaya Bebaskan 23 ABK KM Mina Sejati yang Disandera, Personel Tambahan Dikerahkan

Upaya Bebaskan 23 ABK KM Mina Sejati yang Disandera, Personel Tambahan Dikerahkan

Regional
Protes, Warga Gelar Upacara di Tepi Lubang Bekas Tambang Batu Bara

Protes, Warga Gelar Upacara di Tepi Lubang Bekas Tambang Batu Bara

Regional
Kericuhan di Halaman DPR Aceh Dipicu Penurunan Paksa Bendera Merah Putih

Kericuhan di Halaman DPR Aceh Dipicu Penurunan Paksa Bendera Merah Putih

Regional
LBH Surabaya Kecam Tindakan Represif terhadap Mahasiswa Papua

LBH Surabaya Kecam Tindakan Represif terhadap Mahasiswa Papua

Regional
Soal Usul Pemakzulan Dirinya, Gubernur Sulsel Anggap Itu Pembunuhan Karakter

Soal Usul Pemakzulan Dirinya, Gubernur Sulsel Anggap Itu Pembunuhan Karakter

Regional
PKB Bentuk Tim Kajian Amandemen UUD 45 dan GBHN, Diketuai Profesor

PKB Bentuk Tim Kajian Amandemen UUD 45 dan GBHN, Diketuai Profesor

Regional
Tak Temukan Bukti Perusakan Bendera Merah Putih, Polisi Pulangkan 43 Mahasiswa Papua

Tak Temukan Bukti Perusakan Bendera Merah Putih, Polisi Pulangkan 43 Mahasiswa Papua

Regional
Mayat Pria Bersimbah Darah Ditemukan Dekat Sungai Tallo Makassar

Mayat Pria Bersimbah Darah Ditemukan Dekat Sungai Tallo Makassar

Regional
Usai Jalani Operasi 5 Jam, Polisi Korban Penyerangan Terduga Teroris di Surabaya Disebut Membaik

Usai Jalani Operasi 5 Jam, Polisi Korban Penyerangan Terduga Teroris di Surabaya Disebut Membaik

Regional
Kibarkan Merah Putih Tanpa Seragam, Puluhan Anggota Paskibra Menangis

Kibarkan Merah Putih Tanpa Seragam, Puluhan Anggota Paskibra Menangis

Regional
Lebih dari 24 Jam, TNI AL Belum Berhasil Bebaskan Sandera di KM Mina Sejati

Lebih dari 24 Jam, TNI AL Belum Berhasil Bebaskan Sandera di KM Mina Sejati

Regional
KM Mina Sejati yang Dibajak Alami Kebocoran dan Nyaris Tenggelam

KM Mina Sejati yang Dibajak Alami Kebocoran dan Nyaris Tenggelam

Regional
72 TKI Asal NTT Meninggal di Luar Negeri Sepanjang 2019

72 TKI Asal NTT Meninggal di Luar Negeri Sepanjang 2019

Regional
74 Tahun Indonesia Merdeka, Suku Terasing di Maluku Ini Akhirnya Gelar Upacara

74 Tahun Indonesia Merdeka, Suku Terasing di Maluku Ini Akhirnya Gelar Upacara

Regional
Khofifah Minta Warga Jatim Waspada Aksi Terorisme

Khofifah Minta Warga Jatim Waspada Aksi Terorisme

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X