Mudik dengan Onthel, Perjuangan Tiga Santri Bertemu Orangtua - Kompas.com

Mudik dengan Onthel, Perjuangan Tiga Santri Bertemu Orangtua

Kompas.com - 23/06/2017, 17:35 WIB
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Sejumlah pemudik santri menggunakan sepeda melintas di daerah Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (23/6/2017). Beragam cara dilakukan para pemudik untuk bisa kembali ke kampung halaman, salah satunya dengan menggunakan sepeda.

PEMALANG, Kompas.com - Merasakan sensasi mudik menggunakan mobil atau motor, mungkin sudah biasa. Namun, bagaimana mudik dengan sepeda?.

Inilah yang dilakukan ketiga santri dari Kabupaten Kendal, untuk pulang mengunjungi sanak keluarganya di Cirebon dan Tegal.

Umedi (23), Faiq (23), dan Fadlurohman (23), terus mengayuh pedal sepedanya menyusuri ratusan kilometer  Jalan Nasional Pantura dari Kaliwungu, Kendal, menuju kampung halamannya di Tegal dan Cirebon.

Tim Merapah Trans-Jawa Kompas.com dan Otomania.com bertemu ketiganya di jalur Comal, Kabupaten Pemalang, Jumat siang (23/6/2017).

Ketiganya bertolak dari Asrama Pendidikan Islam Kaliwungu, sejak Kamis malam (22/6/2017), pukul 21.30 WIB. Dengan kata lain mereka telah menempuh perjalanan 93 kilometer selama 15 jam.

"Istirahatnya tadi pukul 08.00 sampai 09.30 WIB pagi, tidur sebentar di mushola. Setelah itu jalan lagi," terang Umedi.

KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Sejumlah pemudik santri saat mengecek kondisi sepeda di daerah Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (23/6/2017). Beragam cara dilakukan para pemudik untuk bisa kembali ke kampung halaman, salah satunya dengan menggunakan sepeda.
Ketiganya mengaku telah bersiap dengan segala rintangan yang diprediksi akan terjadi. Walaupun begitu, mereka hanya menyediakan persiapan seadanya.

Berbekal sepedah ontel tua yang mereka beli dengan tabungan uang saku di pondok pesantren, kunci-kunci, dan bekal makan seadanya, mereka yakin bertemu keluarga sebelum Idul Fitri tiba.

"Ini bawa kunci 12 kunci 10, pompa ban dikasih bengkel, obat pijet, kue-kue, ada juga yang bawa minuman satu dus buat keluarga dirumah. Kalau pakaian kita yang penting jaket, sarung tangan, masker aja," jelas Fadlurohman, yang memiliki tujuan terjauh, ke Cirebon.

KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Portrait foto santri, Rohman saat bersama sepedanya di daerah Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (23/6/2017). Beragam cara dilakukan para pemudik untuk bisa kembali ke kampung halaman, salah satunya dengan menggunakan sepeda.
Fadlurohman memprediksi, bisa sampai kampung halamannya pada Sabtu malam (24/6/2017), atau saat malam takbiran berlangsung.

Ia memang tak memiliki target pasti harus sampai kapan, tetapi tetap berproses sambil menikmati perjalanan. Sedangkan dua rekannya memprediksi sampai di Tegal Jumat malam ini.

Kenikmatan mudik bersepeda

Saat ditanya soal kenikmatan apa yang ingin diperoleh dengan mudik menggunakan sepeda, ketiganya sepakat ingin suasana baru. Tahun ini merupakan pertamakalinya mereka menelusuri jalur pantura dengan sepeda.

KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Sejumlah pemudik santri menggunakan sepeda beristirahat di daerah Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (23/6/2017). Beragam cara dilakukan para pemudik untuk bisa kembali ke kampung halaman, salah satunya dengan menggunakan sepeda.
"Mau mencari suasana baru, lebih seru, jadi tahu jalan, nambah kenalan, walaupun capek. Cepat pegel tapi dinikmatin aja pelan-pelan," ujarnya.

Untuk menghilangkan pegal, mereka banyak beristirahat, melakukan peregangan bahkan saling memijat satu sama lain.

"Awalnya iseng guyon (bercanda), tapi malah jadi tantangan dan pengen kita penuhi. Jadi lebih terasa perjuangannya ketemu orang tua," terang Fadlulrohman menjelaskan awal mula kenekatannya.

Meski mereka menikmatinya, bukan berarti perjalanannya tanpa hambatan. Dini hari mereka harus melewati tanjakan Batang yang curam, lalu menuju Alas Roban dengan mendorong sepedanya.

Selain itu ban bocor dan robek pun kerap menjadi momok bagi mereka. Ditambah bengkel sepeda yang tutup menjelang Lebaran.

"Sempat putus asa pas ban robek terus meledak di Pekalongan, sempet nyetopin mobil bak buat tumpangan. Tapi akhirnya ketemu juga bengkel di pelosok-pelosok gang," cerita Faiq.

KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Sejumlah pemudik santri saat mengecek kondisi sepeda di daerah Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (23/6/2017). Beragam cara dilakukan para pemudik untuk bisa kembali ke kampung halaman, salah satunya dengan menggunakan sepeda.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorHilda B Alexander
Komentar

Terkini Lainnya

Trump Sebut Korea Utara Hancurkan 4 Situs Uji Coba Nuklir Terbesar

Trump Sebut Korea Utara Hancurkan 4 Situs Uji Coba Nuklir Terbesar

Internasional
Prabowo Galang Donasi, Gerindra Bantah Kehabisan Modal

Prabowo Galang Donasi, Gerindra Bantah Kehabisan Modal

Nasional
Pelapor Anggota DPR: Istri yang Lindungi Saat Ditendang, Dia dalam Pelukan Saya

Pelapor Anggota DPR: Istri yang Lindungi Saat Ditendang, Dia dalam Pelukan Saya

Megapolitan
Polisi Tambah Jumlah Personel Pengamanan Sidang Aman Abdurrahman

Polisi Tambah Jumlah Personel Pengamanan Sidang Aman Abdurrahman

Megapolitan
Alasan Polisi Larang Siaran Langsung Persidangan Aman Abdurrahman

Alasan Polisi Larang Siaran Langsung Persidangan Aman Abdurrahman

Megapolitan
Cara Bir Pletok Peci Merah Rebut Perhatian Pembeli

Cara Bir Pletok Peci Merah Rebut Perhatian Pembeli

Megapolitan
Apel HUT Jakarta Berlangsung, PNS Ngobrol dan Duduk di Barisan Belakang

Apel HUT Jakarta Berlangsung, PNS Ngobrol dan Duduk di Barisan Belakang

Megapolitan
Ramai-ramai Menolak 'Presidential Threshold'...

Ramai-ramai Menolak "Presidential Threshold"...

Nasional
Lepas dari Kandang, Singa di Kebun Binatang Belgia Ditembak Mati

Lepas dari Kandang, Singa di Kebun Binatang Belgia Ditembak Mati

Internasional
Mengaku Dikeroyok, Ronny Berencana Laporkan Anggota DPR RI Herman Hery ke MKD

Mengaku Dikeroyok, Ronny Berencana Laporkan Anggota DPR RI Herman Hery ke MKD

Megapolitan
Serba-serbi Mudik, Kisah Polisi Batang Temukan Anak Pemudik yang Ketinggalan di 'Rest Area'

Serba-serbi Mudik, Kisah Polisi Batang Temukan Anak Pemudik yang Ketinggalan di "Rest Area"

Regional
Aman Abdurrahman Bertopang Dagu Saat Hakim Bacakan Berkas Perkara

Aman Abdurrahman Bertopang Dagu Saat Hakim Bacakan Berkas Perkara

Megapolitan
Pemilik Toko Bakar Tokonya Sendiri demi Klaim Asuransi Rp 20 Miliar

Pemilik Toko Bakar Tokonya Sendiri demi Klaim Asuransi Rp 20 Miliar

Regional
Alasan Ketua DPR Tolak Hak Angket Pengangkatan Iriawan Sebagai Pj Gubernur Jabar

Alasan Ketua DPR Tolak Hak Angket Pengangkatan Iriawan Sebagai Pj Gubernur Jabar

Nasional
Beasiswa S1 dan S2 dari Macquarie University Australia

Beasiswa S1 dan S2 dari Macquarie University Australia

Edukasi

Close Ads X