Kompas.com - 10/05/2017, 15:35 WIB
|
EditorFarid Assifa

PONOROGO, KOMPAS.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin mengharapkan masyarakat bersikap makin dewasa menyusul banyaknya aksi pasca-putusan dua tahun penjara bagi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok dalam kasus penistaan agama.

Untuk itu, seluruh masyarakat diminta menyerahkan sepenuhnya kasus penistaan agama dengan terdakwa Ahok kepada hukum.

"Mudah-mudahan kita belajar dan masyarakat semakin dewasa. Bagaimanapun kita sudah bersepakat di tengah-tengah silang sengketa, dan pendapat kita sudah menyerahkan kepada hukum. Jadi hukum lah yang menyelesaikan silang sengketa di antara kita," kata Lukman di sela-sela acara peluncuran peresmian gedung baru IAIN Ponorogo dan peletakan batu pertama gedung berikutnya di Desa Pintu, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (10/5/2017) siang.

Baca juga: Soal Vonis Ahok, Menteri Agama Minta Publik Tak Bereaksi Berlebihan

Lukman menjawab pertanyaan wartawan terkait potensi rusuh dan banyaknya aksi beberapa daerah pasca-putusan untuk Ahok.

Lukman menegaskan bahwa saat ini posisi vonis Ahok belum final karena yang bersangkutan melakukan upaya banding. Karena itu, putusan hakim dan kehendak banding juga harus dihormati.

"Kita semua harus bersabar untuk menunggu proses hukum berikutnya. Dan, putusan hukum dari lembaga peradilan nantinya harus dipatuhi dan ditaati," kata Lukman.

Baca juga: Menteri Agama: Pembubaran HTI karena Dinilai sebagai Gerakan Politik

Ditanya pendapatnya terkait vonis dua tahun penjara bagi Ahok, Lukman menyatakan dirinya tidak memiliki kapasitas untuk menilai putusan tersebut.

"Namun masyarakat memiliki rasa keadilannya. Pada akhirnya nanti semua berharap mudah-mudahan hakim bisa memenuhi rasa keadilan masyarakat," harap Lukman.

Kompas TV Pendukung Ahok Kirim Karangan Bunga Ke Mako Brimob
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.