Kompas.com - 22/04/2017, 10:26 WIB
: Ruang detensi imigrasi Kabupaten Nunukan. Seorang WNA Malaysia bersama salah satu TKI diamankan oleh Imigrasi Nunukan. Mereka mengaku memasuki Sebatik Indonesia secara unprosedural tanpa melalui pintu resmi pemeriksaan imigrasi. Kontributor Nunukan, Sukoco: Ruang detensi imigrasi Kabupaten Nunukan. Seorang WNA Malaysia bersama salah satu TKI diamankan oleh Imigrasi Nunukan. Mereka mengaku memasuki Sebatik Indonesia secara unprosedural tanpa melalui pintu resmi pemeriksaan imigrasi.
|
EditorCaroline Damanik

NUNUKAN, KOMPAS.com – Gan Hock Guey alias Gan asal Tawau, Sabah, Malaysia, diamankan anggota Polsek Sebatik di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, karena kedapatan memasuki wilayah Indonesia tanpa melalui pintu pemeriksaan keimigrasian.

Pihak Imigrasi Nunukan juga mengamankan Mansur bin Andi Syarifuddin (36) seorang WNI asal Bone Sulawesi Selatan yang merupakan TKI yang menggunakan paspor jaminan bernomor AS 502546 selaku penunjuk jalan untuk Gan selama di Sebatik.

Kepala Pos Imigrasi Sebatik Muhammad Anas mengatakan, keduanya diamankan di sebuah warung makan Nelayan Sei Pancang Sebatik Utara, Kamis (20/4/2017).

"Keduanya masuk ke Sebatik dengan melalui jalur tikus seperti yang biasa dilewati TKI ilegal. Mereka diamankan pihak kepolisian dan diserahkan ke Imigrasi," ujarnya, Sabtu (22/4/2017).

Keduanya mengaku masuk ke wilayah Sebatik untuk melihat cara pengolahan ikan bilis menjadi ikan kering di salah satu bagan yang ada di Sei Taiwan Sebatik.

(Baca juga: Rumah Warga di Perbatasan, Teras di Wilayah Indonesia, Dapur di Malaysia)

Kasi Lalu Lintas Imigrasi Nunukan Jumiyo mengatakan, apa pun alasan yang digunakan, warga negara Malaysia tersebut telah secara sengaja melakukan pelanggaran batas negara.

"Mereka masuk tidak sesuai prosedur, jalur yang mereka lalui bukan jalur resmi," ujarnya.

Keduanya saat ini ditempatkan di ruang detensi Kantor Imigrasi Nunukan untuk dimintai keterangan. Keduanya diduga melanggar UU Keimigrasian pasal 117 karena keluar masuk tanpa melalui jalur dan dokumen imigrasi dengan ancamanan pidana maksimal 1 tahun dan denda Rp 100 juta.

"Kemungkinan P21 atau bisa hanya denda administrasi keimigrasian berupa deportasi. Saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan Kepala Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian," tutur Jumiyo.

 

Kompas TV Enam nelayan Indonesia ditangkap oleh aparat keamanan Malaysia di wilayah perbatasan Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Enam nelayan yang ditangkap adalah Supriadi, Dandu, Mustafa, Ferianto, Saprudin, dan Adi. Dengan menggunakan tiga perahu pada Jumat (3,3) lalu mereka mencari ikan di Perairan Tinagat. Mereka kemudian ditangkap petugas Patroli Maritim Malaysia di perairan Batu Tiga, Tawau Tinagat, Malaysia. Salah satu korban sempat menelepon keluarganya dan mengatakan, bahwa mereka masuk ke wilayah Malaysia, karena berusaha mengejar pukat yang terseret arus laut.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.