Kala Menteri Susi Memboyong Nelayan Penderita Tumor Tulang ke Jakarta

Kompas.com - 06/04/2017, 11:52 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama Dudung (24), nelayan Wakatobi penderita tumor tulang ganas di dalam pesawat Susi Air. DOK. Kementerian Kelautan dan PerikananMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama Dudung (24), nelayan Wakatobi penderita tumor tulang ganas di dalam pesawat Susi Air.
|
EditorErlangga Djumena

KENDARI, KOMPAS.com - Pasangan nelayan Bajo asal Desa Mola, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), Tuti (50) dan Mula (40) tak kuasa menahan kebahagian setelah Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti membawa anaknya, Dudung (23) untuk berobat ke Jakarta akibat tumor tulang yang dideritanya sejak dua tahun silam.

Kaki kanannya bengkak dan semakin membesar sehingga dia tidak bisa jalan dan melaut lagi. Dudung sempat menolak ajak sang Menteri. Butuh waktu dua jam bagi Mula, ibu Dudung untuk membujuk sang anak agar mau ikuti Menteri Susi ke Jakarta untuk berobat.

"Anakku trauma berhadapan dengan peralatan medis dan obat-obatan, sehingga ibunya membujuknya selama dua jam lamanya agar mau ikut ibu Menteri Susi ke Jakarta. Ibunya membujuk, memohon dan meminta sampai menangis supaya dia mau berobat dan akhirnya mau juga," ucap Tuti dihubungi, Kamis (6/4/2017).

Baca juga: Menteri Susi Bawa Nelayan Wakatobi Penderita Tumor Tulang ke Jakarta

Menurut dia, sejak buah hatinya menderita tumor tulang di kaki kanan dua tahun lalu, hingga saat ini mereka telah menghabiskan biaya hingga Rp 60 juta untuk mengobati penyakit anaknya.

Bukan kesembuhan yang didapatkan, pembengkakan di kaki Dudung malah semakin membesar sehingga membuat anak keempat dari tujuh bersaudara itu hanya bisa tinggal di rumah.

“Anakku ini menjadi tulang punggung keluarga karena adik-adiknya masih kecil-kecil, sementara saya ini sudah tidak terlalu kuat lagi untuk pergi melaut. Tapi karena keadaan mau tidak mau saya harus tetap bekerja,” sebutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tuti menceritakan, Menteri Susi melihat langsung kondisi anaknya saat blusukan di Desanya pada Senin (3/4/2017). Kemudian, Susi mengirim foto Dudung yang tengah terbaring lemas di rumahnya ke Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Menteri Susi Keliling Kolaka di Bak Mobil Pikap, Warga Histeris

Selanjutnya, Presiden menginstruksikan kepada Menteri Susi agar Dudung dibawa ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan terbaik. Kini Dudung sementara mendapatkan perawatan intesif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta.

Hari ini rencananya tim dokter akan melakukan operasi di kakinya akibat tumor ganas yang menyerangnya.

"Kemarin ibu Menteri menelpon dan memberi kabar terkait perkembangan anakku. Saat itu para dokter sedang rapat untuk mengabarkan hasil ronsen kaki Dudung bahwa tumor dideritanya telah merusak seluruh bagian dalam tulang kaki dan jalan satu-satunya hanyalah diamputasi," tuturnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X