Kompas.com - 23/03/2017, 08:23 WIB
Hotman Paris Hutapea KOMPAS.com/SRI LESTARI Hotman Paris Hutapea
EditorErlangga Djumena

SURABAYA, KOMPAS.com - Sidang perkara pencurian dokumen PT Blauran Cahaya Mulia (Empire Palace) yang dituduhkan pada Trisulowati Jusuf alias Chin Chin di PN Surabaya, Rabu (22/3/2017), diwarnai perdebatan sengit antara Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan pengacara terdakwa Hotman Paris Hutapea.

Chin Chin menjadi terdakwa setelah dilaporkan suaminya, Gunawan Angka Widjaja, ke Polrestabes Surabaya. Chin Chin dituduh menggelapkan dokumen PT Blauran Jaya Mulia, perusahaan yang mengelola Empire Palace. Gedung itu dikelola bersama. Chin Chin menjadi Direktur Utama dan Gunawan sebagai Komisaris Utama.

Perdebatan itu berawal saat JPU Ali Prakoso SH bertanya pada saksi Indah Ruliani yang saat itu menjadi staf accounting  PT Blauran Cahaya Mulia (BCM).

Ali saat itu menanyakan periode audit yang diminta Gunawan  pada periode 2012 - 2016. Mendengar pertanyaan itu, Hotman, kuasa hukum Chin Chin langsung mengajukan keberatan ke majelis hakim.

Keberatan diajukan karena pertanyaan jaksa itu dianggap menggiring saksi agar semua dilakukan atas perintah Chin Chin.

"Anda ini penegak hukum, jangan menggiring seperti itu. Saya tahu Anda dekat dengan Kajari, karena Kajarilah yang membolak-balikkan sehingga semua bisa seperti ini," ucap Hotman.

Setelah Ketua Majelis Hakim Unggul Warso Murti SH mendamaikan, akhirnya sidang dilanjutkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saksi Indah mengaku bahwa yang memerintahkan agar dilakukan audit mulai tahun 2002 sampai 2016 adalah Chin Chin.

"Anda sendiri lho ya yang bilang, padahal saya sudah tidak bertanya soal itu," ujar Jaksa Ali.

Persidangan kembali memanas saat Hotman Paris menyinggung uang Rp 5,6 miliar dan Rp 8,5 miliar yang dicantumkan jaksa dalam dakwaan. Saksi mengaku di penyidikan, dirinya tidak pernah ditanya soal itu.

Mendengar pernyataan seperti itu, Jaksa Ali Prakoso langsung naik pitam sembari matanya melotot.

Ia meminta kepada saksi agar tidak bicara ngawur. Hakim pun langsung menegur agar saksi menjaga lisan.

"Saudara saksi, Anda ini bersaksi di persidangan. Tolong jaga lisan Anda, Jaksa di sini karena perintah negara dan mencari kebenaran. Kalau Anda bicara ngawur lagi, saya akan keluarkan Anda," ucap hakim Unggul.

Sesuai kesaksiannya, Indah menerangkan awal mula pemindahan dokumen perusahaan.

Semua itu berawal dari surat yang dilayangkan Gunawan Angka Widjaja pada 7 Juni 2016. Tapi surat itu diterima saksi pada 8 Juni 2016.

"Begitu menerima surat dari Pak Gun (Gunawan) di tanggal yang sama, surat itu langsung saya serahkan ke Bu Chin Chin," kata Indah.

Pascapenyerahan surat, 9 Juni 2016, ada pertemuan antara terdakwa (Chin Chin), Indah, Marwiyah dan Beny. Pertemuan itu membahas surat permintaan audit yang diminta Gunawan. Dari pertemuan itu, Indah usul agar tempat audit dilakukan di tempat lain karena tempatnya tidak mencukupi.

Akhirnya disepakati di Apartemen Gunawangsa sebagai tempat audit. "Yang menentukan tempat audit itu saya. Bukan Bu Chin Chin," tandas Indah dengan suara lantang.

Pada 20 Juni 2016, Chin Chin akhirnya mengumpulkan karyawan dari semua departemen. Mulai bagian accounting, keuangan, dan office. Namun ada beberapa keterangan saksi yang janggal. Di antaranya terkait karyawan yang dikumpulkan terdakwa.

"Yang dikumpulkan adalah yang berkaitan dengan audit. Kalau departemen lain seperti parkir, chef ya nggak mungkin dikumpulkan pak hakim. Karena mereka kan nggak ada kaitannya dengan audit," terang Indah.

Rupanya jawaban Indah mendapat reaksi dari hakim. Karena keterangan Indah dianggap menyimpulkan sendiri. Hakim juga menyebut jika saksi berlebihan dalam menjawab dan di luar konteks pertanyaan yang diajukan.

"Anda jangan menyimpulkan terus, didengar dulu pertanyaannya. Jawab sesuai pertanyaan, jangan menyimpulkan," tandas hakim Unggul.

Setelah ditegur hakim, saksi akhirnya mengakui semua departemen dikumpulkan oleh terdakwa untuk membicarakan masalah surat permintaan audit dari Gunawan.

"Iya pak, memang semua departemen dikumpulkan termasuk parkir," ujar saksi.

Sementara itu, kuasa hukum Gunawan, Teguh Suharto Utomo SH, mengancam akan melaporkan Indah Ruliani. Ia dinilai melindungi Chin Chin.

"Dari keterangan Indah Ruliani terlihat kalau dia pasang badan dan berusaha melindungi Chin Chin sehingga dianggap turut serta dalam kejahatan yang dilakukan Chin Chin," ujar Teguh.

Jaksa Ali Prakoso, menyatakan ada beberapa kejanggalan keterangan saksi Indah Ruliani. Kapasitas Indah Ruliani sebagai accounting tidak mungkin memiliki peranan sebesar itu tanpa ada diperintah.

Ali dari Kejari Surabaya itu menduga ada yang mengarahkan keterangan saksi. Itu diperkuat dengan beberapa keterangan yang belum ditanyakan pada saksi tapi sudah dijawab. "Ada semacam upaya pasang badan yang dilakukan saksi," tegas Ali. (Surya/Anas Miftakhudin)

Baca juga: Hotman Paris Tantang Hotma Sitompoel Taruhan Jam Rp 1 Miliar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.