Kompas.com - 22/03/2017, 20:07 WIB
Ilustrasi ponsel oik yusuf/ kompas.comIlustrasi ponsel
EditorFarid Assifa

SUKABUMI, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Jawa Barat, berencana membuat aplikasi angkutan kota online sebagai salah satu solusi bagi penarik angkot konvensional di tengah maraknya yang berbasis aplikasi.

"Dengan membuat aplikasi ini diharapkan penarik angkot konvensional bisa bersaing dengan yang berbasis aplikasi," kata Kepala Dishub Kota Sukabumi, Abdul Rachman di Sukabumi, Rabu (22/3/2017).

Menurutnya, untuk rencana tersebut pihaknya masih berkoordinasi dengan beberapa lembaga dan dinas terkait serta akan meminta masukan dari pakar informasi teknologi dalam pengembangan aplikasi ini.

Diharapkan, dengan adanya aplikasi angkot online ini bisa menjadi solusi di tengah seringnya terjadi bentrokan antara penarik angkutan umum konvensional dan online seperti di Bogor dan Bandung.

Baca juga: Sopir Angkot dan Ojek "Online" di Bogor Kembali Bentrok, Sejumlah Kendaraan Hancur

Bahkan aplikasi angkot online ini bisa menjadi pilot project, sebab di Indonesia belum ada yang seperti ini. Namun demikian, pihaknya juga akan memikirkan trayeknya agar sesama angkot tidak saling mengganggu.

"Konsep ini juga memanjakan para penumpang dan diharapkan bisa meningkatkan pendapatan penarik angkot yang saat ini terus berkurang," tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Humas Organisasi Gabungan Angkutan Darat (Organda) Kota Sukabumi, Dedi Sudarwadi mengatakan pihaknya menyambut baik rencana Pemkot Sukabumi melalui dishub membuat aplikasi online untuk angkot.

Jika aplikasi ini diresmikan, maka Kota Sukabumi menjadi yang pertama meluncurkan angkot online dan tidak menutup kemungkinan ada daerah lain mengikutinya.

"Namun demikian setiap sopir angkot harus diberikan pelatihan dan sosialisasi terlebih dahulu untuk menggunakan aplikasi tersebut karena mereka berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan usia, apalagi jumlah angkot mencapai 2.000 unit," katanya.

Baca juga: Ricuh Angkot dengan Ojek "Online", Bima Arya Sebut Kondisi Bogor Aman

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber ANTARA
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.