Polisi Ungkap Peredaran Parfum "Axe" Palsu

Kompas.com - 22/03/2017, 07:47 WIB
Foto ilustrasi borgol. Josephus PrimusFoto ilustrasi borgol.
EditorErlangga Djumena

SURABAYA, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya mengungkap peredaran parfum merek "Axe" palsu yang diracik dari industri rumahan di kawasan Kedinding, di ibu kota Provinsi Jawa Timur itu.

"Berawal dari razia Tim Antibandit di Jembatan Merr Surabaya beberapa waktu lalu, kami mengamankan seorang berinisial M yang membawa satu kresek berisi 77 kaleng parfum bermerek Axe," ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga di Surabaya, Selasa (21/3/2017).

Dia mengatakan, M diamankan karena tidak dapat menunjukkan nota pembelian 77 kaleng parfum bermerek "Axe" tersebut.

"Ngakunya habis kulakan, tapi dia tidak bisa menunjukkan nota pembelian barang dagangannya itu," katanya.

Dari hasil pemeriksaan lanjutan yang dilakukan di Markas Polrestabes Surabaya, M akhirnya mengaku bahwa puluhan kaleng parfum bermerek "Axe" dagangannya itu adalah palsu, yang diracik sendiri di sebuah industri rumahan di kawasan Kedinding, Surabaya.

"Peraciknya berinisial Rz, saat kami datangi rumahnya di kawasan Kedinding, kita temukan sebanyak 107 kaleng bermerek Axe palsu yang sudah siap jual," ujarnya.

Rz mengaku, hanya butuh bahan-bahan minyak wangi, alkohol, dicampur gas, yang kemudian disuntikkan ke dalam kaleng bekas yang diberi label "Axe" palsu itu.

"Kaleng-kalengnya dia beli dari pengepul barang-barang bekas seharga Rp 2.000 per biji," ucap Shinto.

Rz kemudian memasarkan parfum "Axe" palsu hasil racikannya itu dengan membuka harga dasar Rp 10.000 per buah.

Sementara M bertindak sebagai salesnya yang menjual parfum palsu itu door to door atau ditawarkan secara perorangan seharga Rp 29.000.

"Harga parfum Axe yang asli Rp 38.000, saya menjualnya Rp 29.000," ujar M, yang mengaku biasa menjualnya di Taman Bungkul Surabaya sejak dua bulan terakhir.

Rz juga mengaku baru meracik parfum "Axe" palsu itu selama dua bulan. Keuntungan yang diraup bisa mencapai Rp 6,4 juta per bulan.

Polisi menjerat keduanya dengan Pasal 196 dan 197 Undang undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Pasal 62 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

"Kedua tersangka terancam hukuman pidana minimal 8 tahun penjara," ucap Shinto.

Baca juga: BPOM Awasi Penjual Isi Ulang Parfum di Yogyakarta



Sumber ANTARA

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X