Kompas.com - 31/01/2017, 05:46 WIB
Polda Sulbar tetapkan empat calon tersangka dalam kasus dugaa korupsi pengadaan alat peraa kampanye senilai Rp 9 miliar. Kontributor Polewali Mandar, JunaediPolda Sulbar tetapkan empat calon tersangka dalam kasus dugaa korupsi pengadaan alat peraa kampanye senilai Rp 9 miliar.
|
EditorFarid Assifa

MAMUJU, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Sulawesi Barat terus mendorong pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga kampanye (APK) di KPU Sulbar yang diduga merugikan negara hingga Rp 9 miliar.

Direktur Reserse Kan Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Sulbar dalam jumpa pers yang digelar di aula Mapolda Sulbar, Senin (30/1/2017), menyatakan, kasus tersebut telah dinaikkan satusnya ke tingkat penyidikan. Dua penyelenggara dan dua rekanan pengadaan APK telah ditetapkan sebagai calon tersangka.

Direktur Reskrimsus Polda Sulbar, AKBP Dr Andry Wibowo menyebutkan, 4 calon tersangka itu antara lain dua penyelenggara pilkada berinisial AR dan AD serta rekanan MD dan JM.

“Kasus ini telah dinaikkan satusnya ke tingkat penyidikan. Tentu setelah melalui proses dan mekanisme yang ada. Kami telah melakukan diskusi dengan praktisi percetakan sebelumnya. juga sudah mengekspose kasus ini dengan BPK. Bahwa kesimpulan kami memang ada indikasi pelanggaran hukum yang dilakukan oleh penyelenggara lelang di struktur KPU Sulbar yang diskriminatif pada pengusaha yang berdomisili di Makassar,” ungkapnya.

Andry menjelaskan, modus korupsi di KPUD Sulbar diduga dilakukan dengan cara mark up anggaran dan pemufakatan jahat dalam proses perencanaan tender pengadaan APK yang akan dilelangkan.

“Kami akan bekerja keras agar kasus ini segera di limpahkan ke PN Tipikor Mamuju. Kami pun akan meminta BPKP untuk audit semua penggunaan anggaran di KPUD Sulbar. Seharusnya KPU melaksankan prinsip demokrasi yang baik, tapi justru terindikasi perbuatan tindak pidana korupsi," tegasnya.

Secara terpisah, Wakapolda Sulbar, Kombes Pol Tajuddin mengatakan bahwa kasus ini harus diketahui masyarakat luas. Polda Sulbar telah bekerja secara prosedural dan profesional dalam mengungkap kasus ini.

“Secara teknis kasus ini akan ditindaklanjuti Dir Reskrimsus. Dan, karena statusnya sudah ditingkatkan, maka kami akan lebih fokus. Satus penyidikan berarti kasus ini sudah mengikat,” tandas Tajuddin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X