Kompas.com - 14/01/2017, 18:57 WIB
Ratusan massa dari ormas Front Pembela Islam (FPI) mendatangi Mapolres Bogor, Sabtu (14/01/2017). Mereka meminta 12 orang yang menjadi tersangka dalam kasus perusakan dan pembakaran sekretariat ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), di Desa Tegalwaru, Ciampea, Kabupaten Bogor, agar ditangguhkan penahanannya. Kontributor Bogor, Ramdhan Triyadi BempahRatusan massa dari ormas Front Pembela Islam (FPI) mendatangi Mapolres Bogor, Sabtu (14/01/2017). Mereka meminta 12 orang yang menjadi tersangka dalam kasus perusakan dan pembakaran sekretariat ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), di Desa Tegalwaru, Ciampea, Kabupaten Bogor, agar ditangguhkan penahanannya.

BOGOR, KOMPAS.com - Ratusan massa dari ormas Front Pembela Islam (FPI) mendatangi Mapolres Bogor pasca-polisi menetapkan status tersangka kepada 12 dari 20 orang yang diamankan terkait perusakan dan pembakaran sekretariat ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), di Desa Tegalwaru, Ciampea, Kabupaten Bogor, Sabtu (14/01/2017).

Mengenakan seragam putih-putih berbalut atribut FPI, mereka berbaris sambil mengumandangkan takbir di depan Mapolres Bogor. Aksi ini pun mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Tim kuasa hukum FPI Ichwan Tuankota menjelaskan, pihaknya meminta penangguhan penahanan kepada 12 orang yang ditetapkan tersangka oleh Polres Bogor. Ichwan yakin, mereka bukan pelaku perusakan dan pembakaran Sekretariat GMBI.

"Kita yakin mereka bukan pelaku. Tapi kita menghormati proses hukum, dan kita juga minta penangguhan penahanan karena lima di antaranya yang diamankan masih di bawah umur," ujar Ichwan.

Ichwan menambahkan, meski para tersangka adalah simpatisan FPI, namun kedatangannya ke Polres Bogor sebagai bentuk bantuan hukum. Ia menyebut, aksi pembakaran Sekretariat GMBI itu murni tindakan spontanitas.

"Itu spontanitas, karena mereka mendapat informasi soal penghadangan anggota FPI di Bandung," katanya.

Polisi menetapkan 12 orang menjadi tersangka dalam insiden perusakan dan pembakaran sekretariat GMBI, di Ciampea, Kabupaten Bogor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun tersangka berinisial MAB (28), MY (28), A (19), SB (22), W (18), AY (22), MHH (18), I (17), IF (16), RH (17), MR (17), dan NY (17). Para tersangka dikenakan Pasal 170 KUHP tentang Kekerasan terhadap Orang atau Barang dan Pasal 187 KUHP tentang Sengaja Menimbulkan Kebakaran.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Regional
Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Regional
PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Strategi Khusus Pemkot Madiun Tangani Covid-19

PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Strategi Khusus Pemkot Madiun Tangani Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X