Warga Terdampak Eksekusi di Kampung Bugis Denpasar Tetap Bertahan

Kompas.com - 06/01/2017, 12:53 WIB
Bantuan air bersih untuk korban eksekusi tanah di Kampung Bugis KOMPAS.com/SRI LESTARIBantuan air bersih untuk korban eksekusi tanah di Kampung Bugis
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

DENPASAR, KOMPAS.com - Warga yang menetap di lahan sengketa di Kampung Bugis Serangan, Denpasar Selatan, Bali, masih bertahan di lokasi tersebut meski pengadilan telah mengeksekusi lahan itu.

Mereka hidup dengan bantuan makanan, air bersih, dan kesehatan dari pemerintah setempat dan sejumlah pihak.

"Bantuan dari pemerintah ini kan sudah kelihatan. Dampak dari eksekusi ini harus dipikirkan ke depannya," kata Kepala Lingkungan Kampung Bugis Muhadi, Jumat (6/1/2017).

Menurut Muhadi, anak-anak di sana kehilangan baju dan peralatan sekolah. Mereka berjuang mengatasi trauma setelah melihat langsung rumahnya digusur.

(Baca juga Amankan Eksekusi Tanah di Denpasar, Seorang Polisi Kena Panah)

"Kita semua trauma. Cuma kita bagaimana caranya mengurangi beban masyarakat kami untuk mengatasi trauma ini," kata dia.

Eksekusi lahan di Kampung Bugis itu dilakukan pada Selasa (3/1/2017). Warga terdampak eksekusi lahan belum bisa bekerja dengan normal dan memilih bertahan di lahan sengketa tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka menunggu kepastian dari pemerintah untuk direlokasi ke tempat yang layak.

Saat ini bantuan dari Dinas Sosial, Palang Merah Indonesia, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat sudah dikirimkan di lapangan tak jauh dari lokasi tersebut. Tenda dan personel juga disiagakan di sana.

Sengketa lahan ini melalui proses hukum panjang yang dimulai dari sengketa 36 keluarga atas lahan seluas 9.400 meter persegi.

Pengadilan setempat memutuskan tanah itu milik Maisarah atas warisan almarhum Abdul Kadir yang membeli kepada warga bernama Asikin yang merupakan waris dari Abdur Rahman pada 1957.

Keluarga Abdur Rahman sempat menggugat di Pengadilan Negeri Denpasar pada 1974 dan mengajukan banding pada 1975, tetapi selalu kalah.

Ke-36 warga menggunggat Maisarah yang telah melakukan sertifikasi tanah tersebut pada 1992.

Gugatan warga sampai tingkat peninjauan kembali di Mahkamah Agung. Kasus ini kembali dimenangkan oleh Maisarah selaku tergugat.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.