Kompas.com - 23/12/2016, 15:44 WIB
|
EditorCaroline Damanik

SEMARANG, KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak para tokoh agama untuk ikut serta melakukan program deradikalisasi dari paham keagamaan yang menyimpang.

Menurut dia, upaya pendekatan dari kalangan ulama dinilai akan lebih mudah diterima ketimbang dari pemerintah.

“Kalau tokoh (agama) yang menyampaikan ke masyarakat biasanya menghormati, mendengar. Kalau gubernur yang teriak nanti pasti geger,” ujar Ganjar memberi pengarahan kepada tokoh antar umat beragama di Semarang, Jumat (23/12/2016).

Ganjar ingin agar tingkat toleransi di wilayahnya meningkat. Dengan demikian, nantinya akan tercipta satu kondisi wilayah yang tenang karena ada para tokoh agama yang berperan mendinginkan suasana.

Kerja sama antara pemerintah dan ulama sebelumnya telah terjalin dalam bidang pemberantasan narkoba. Tokoh agama, ulama, dai di seluruh wilayah Jateng mengkampanyekan pemberantasan narkoba melalui pengajian, khutbah jumat serta kegiatan sejenis lain.

“Kami dengan MUI sudah berjalan (kerja sama) anti-narkoba. Nanti akan diformat ulang pada hal deradikalisasi,” tambah Ganjar.

Deradikalisasi sekaligus untuk melakukan konsolidasi pada seluruh elemen bangsa. Mereka berkontribusi atas kemerdekaan Indonesia yang dilahirkan secara bersama oleh para generasi sebelumnya.

Indonesia adalah cerminan banyak orang sehingga tidak ada satu pihak yang bisa mengklaim republik Indonesia lahir dari satu sosok. Indonesia dilahirkan atas kehendak bersama.

”Indonesia itu negara pluralitasnya tinggi. Negara punya pedoman bersama, Pancasila. Maka jika ini tidak tuntas, maka orang akan mengulang perdebatan lama soal dasar negara,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin menyebut para pemuka agama dan penyelenggara negara adalah dua aktor strategis dalam penciptaan hubungan antar umat beragama.

Mereka bisa menjamin pola hubungan yang baik. Namun, kualitas hubungan umat tergantung seberapa besar penghayatan mereka dalam ajaran agamanya, ataupun pengaruh dari lingkungan sekitarnya.

“Jadi ada dua faktor, pemuka agama dan penyelenggara negara. Tokoh agama bisa saja bertindak di luar batas, maka ditulah negara perlu balance dan kontrol agar nilai agama berjalan baik,” kata Lukman di sela pembinaan Kerukunan Umat Beragama di Gedung Islamic Center Semarang, Jumat (23/11/2016).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumahnya Direnovasi Setelah Hampir Roboh, Nenek Ami Sampaikan Rasa Syukur kepada Ridwan Kamil

Rumahnya Direnovasi Setelah Hampir Roboh, Nenek Ami Sampaikan Rasa Syukur kepada Ridwan Kamil

Regional
Program Perhutanan Sosial, Gubernur Riau Tanam Bibit Pohon Aren dan Tebar Benih Arwana di Rohul

Program Perhutanan Sosial, Gubernur Riau Tanam Bibit Pohon Aren dan Tebar Benih Arwana di Rohul

Regional
Kang Emil Tunaikan Ibadah Haji sebagai Badal untuk Almarhum Eril

Kang Emil Tunaikan Ibadah Haji sebagai Badal untuk Almarhum Eril

Regional
Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Capai 56 Persen, Kang Emil: Pengerjaannya Tidak Mudah

Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Capai 56 Persen, Kang Emil: Pengerjaannya Tidak Mudah

Regional
Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Regional
Ridwan Kamil Sebut KTT Y20 Jadi Platform Anak Muda Bangun Masa Depan

Ridwan Kamil Sebut KTT Y20 Jadi Platform Anak Muda Bangun Masa Depan

Regional
Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Regional
Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.