Keberagaman di Purwakarta, Damainya Gereja di Tengah Permukiman Muslim

Kompas.com - 23/12/2016, 05:47 WIB
Penulis Reni Susanti
|
EditorErlangga Djumena

PURWAKARTA, KOMPAS.com – Gereja Bethel Tabernakel, bukanlah bangunan yang megah. Luasnya tidak lebih dari 200 meter dan berada di permukiman padat penduduk.

Dari luar, sekilas bangunan tersebut tidak tampak seperti gereja. Terlihat serupa dengan rumah-rumah yang ada di sampingnya. Yang membedakan, di bagian atas bangunan tersebut terdapat tulisan Tabernakel dan papan pengumuman jadwal kegiatan rutin pada hari Minggu, Rabu, dan Jumat yang dihiasi dengan tanda salib.

Bagian dalam gereja pun sangat sederhana. Tak banyak interior yang menghiasi. Hanya satu buah pohon Natal, mimbar, dan deretan beberapa kursi tempat beribadah.

Gereja ini berada di tengah permukiman muslim di Jalan Hidayat Martalogawa No 20 Purwakarta.

Dari 100 jemaat aktif di gereja tersebut, hanya beberapa orang yang tinggal di daerah itu. Sisanya berada di Cimaung dan Gandasari yang lokasinya cukup jauh. Namun, meski umat Nasrani sangat minoritas di lokasi tersebut, keberagaman sangat terasa.

“Warganya baik semua, seperti saudara,” ujar Pendeta Gereja Bethel Tabernakel, Matius Suhardi kepada Kompas.com, Kamis (22/12/2016).

Bahkan gereja yang didirikan tahun 1961 itu pun dibangun atas bantuan warga Muslim yang ada di sekitar lokasi.

“Gereja ini dibangun dari bantuan jemaat. Namun dalam proses pembangunan, tetangga muslim sering membantu. Bahkan Bu Rohati, tetangga muslim saya di belakang, selalu memberikan kami makanan,” ungkap Matius yang tinggal di sana sejak 1965.

Keberagaman itu terjalin hingga kini. Saat Lebaran, para tetangga berdatangan membawakan kue Lebaran, opor ayam, ketupat, dan makanan khas Lebaran.

Sementara saat Natal, setiap tahun Matius selalu membagikan kue.

Ketika ibadah berlangsung pun, banyak tetangga muslim yang menawarkan bantuan. Di antaranya menjadikan pelataran rumah mereka parkir, mengingat sempitnya lahan parkir yang dimiliki gereja.

“Saya berterima kasih kepada warga Purwakarta, pada pemerintahan setempat, sudah mengizinkan kami membangun gereja di sini. Kami sangat damai di sini,” ucapnya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Sudah Mulai Tahap Pasang Patok

Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Sudah Mulai Tahap Pasang Patok

Regional
Obyek Wisata Pulo Kodok Tegal Rusak Dihantam Tongkang Batu Bara

Obyek Wisata Pulo Kodok Tegal Rusak Dihantam Tongkang Batu Bara

Regional
Rekor Penambahan Kasus Covid-19 Wonogiri, Sehari Bertambah 207 Pasien

Rekor Penambahan Kasus Covid-19 Wonogiri, Sehari Bertambah 207 Pasien

Regional
3 Kolam Renang Air Panas di Garut Disegel Satgas Covid-19

3 Kolam Renang Air Panas di Garut Disegel Satgas Covid-19

Regional
KPU Akan Umumkan 16 Kepala Daerah Terpilih di Jawa Timur, Ini Rinciannya...

KPU Akan Umumkan 16 Kepala Daerah Terpilih di Jawa Timur, Ini Rinciannya...

Regional
Kakek Renta di Bandung Digugat Anaknya Rp 3 Miliar, Dedi Mulyadi Siap Bela

Kakek Renta di Bandung Digugat Anaknya Rp 3 Miliar, Dedi Mulyadi Siap Bela

Regional
Seorang Ibu Nekat Jadi Pengedar Sabu Setelah Dibujuk Anaknya yang Dipenjara, Ini Alasannya

Seorang Ibu Nekat Jadi Pengedar Sabu Setelah Dibujuk Anaknya yang Dipenjara, Ini Alasannya

Regional
Antisipasi Banjir Susulan, BPBD Kabupaten Bogor Bangun Tenda Darurat

Antisipasi Banjir Susulan, BPBD Kabupaten Bogor Bangun Tenda Darurat

Regional
Ruang Isolasi Penuh, RSUD Kota Madiun Sementara Tidak Terima Pasien Covid-19

Ruang Isolasi Penuh, RSUD Kota Madiun Sementara Tidak Terima Pasien Covid-19

Regional
Pengungsi Longsor Sumedang Butuh Makanan Siap Saji hingga Selimut

Pengungsi Longsor Sumedang Butuh Makanan Siap Saji hingga Selimut

Regional
Kristen Gray Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi, Tarifnya Rp 700.000

Kristen Gray Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi, Tarifnya Rp 700.000

Regional
Diguyur Hujan Semalaman, Puluhan Rumah di Batang Terendam Banjir

Diguyur Hujan Semalaman, Puluhan Rumah di Batang Terendam Banjir

Regional
UPDATE Gempa Sulbar: Korban Tewas Bertambah Jadi 89, 3 Orang Masih Hilang

UPDATE Gempa Sulbar: Korban Tewas Bertambah Jadi 89, 3 Orang Masih Hilang

Regional
Bahaya Banjir Susulan di Puncak Bogor, Warga Dilarang Kembali ke Rumah

Bahaya Banjir Susulan di Puncak Bogor, Warga Dilarang Kembali ke Rumah

Regional
Ponorogo Zona Merah Covid-19, Angka Kematian di Atas Rata-rata Nasional

Ponorogo Zona Merah Covid-19, Angka Kematian di Atas Rata-rata Nasional

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X