Kompas.com - 09/12/2016, 18:01 WIB
EditorCaroline Damanik

MAKASSAR, KOMPAS — Polisi terus mendalami kasus penipuan berkedok percaloan dalam penerimaan mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Polisi menelusuri aliran dana hasil penipuan itu yang diduga melibatkan pegawai lain di kampus tersebut.

"Kami sedang mendalami kasus ini karena dari pengakuan pelaku yang telah ditangkap kemarin, uang dari orangtua calon mahasiswa itu disetorkan kepada dua pegawai lainnya di Universitas Hasanuddin (Unhas)," ujar Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sulsel Komisaris Besar Dicky Sondani, di Makassar, Kamis (8/12/2016).

Sebelumnya, dua orang yang diduga sebagai penipu berkedok calo penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran (FK) Unhas ditahan polisi setelah aksinya terbongkar oleh pihak kampus, Senin (5/12). Kedua orang itu adalah pegawai negeri sipil bagian administrasi Unhas berinisial Rh (36) dan seorang perempuan berinisial Nr (53).

Dicky mengatakan, Rh mengaku uang yang diterima dari salah satu korban penipuan, yang kemudian melaporkan kasus itu, sebesar Rp 400 juta. Korban melaporkan kasus itu setelah anaknya tak kunjung masuk FK Unhas setelah menyetorkan uang tersebut.

Awalnya Nr juga merupakan korban karena akan memasukkan anaknya ke FK Unhas melalui jasa Rh. Namun, kata Dicky, Nr juga menjadi tersangka dalam kasus ini karena kemudian turut berperan sebagai pihak yang mencarikan calon mahasiswa lainnya atas tawaran Rh.

Lebih jauh, Dicky mengatakan, uang Rp 400 juta itu disetorkan Rh kepada dua pegawai Unhas lainnya. Kedua pegawai yang identitasnya belum dapat disebutkan polisi itu merupakan pihak yang menyuruh Rh mencari calon mahasiswa yang hendak masuk FK Unhas.

"Dari jumlah itu, Rh mendapatkan fee Rp 60 juta," ujar Dicky. Jumlah korban mencapai 19 orang, tetapi baru satu orangtua calon mahasiswa yang melaporkan ke kepolisian.

Wakil Rektor III Unhas Abdul Rasyid Jalil mengatakan, pihaknya menyerahkan pengusutan kasus itu ke kepolisian. Unhas berharap polisi dapat mengungkap tuntas kasus yang telah mencederai nama baik kampus ini.

"Kami juga telah membentuk tim internal untuk mengusut kasus ini," ujar Abdul.

Di Kalimantan Tengah, aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng menangkap tiga orang yang diduga terlibat pungutan liar di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palangkaraya, Kamis (8/12/2016).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Regional
Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Regional
3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.