Terlibat Pemerkosaan dan Investasi Bodong, Dua Polisi di Papua Dipecat

Kompas.com - 02/11/2016, 17:22 WIB
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Patrige Renwarin Fabio Maria Lopes Costa Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Patrige Renwarin
|
EditorFarid Assifa

JAYAPURA, KOMPAS.com - Dua oknum polisi di jajaran Polda Papua dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

Keduanya mendapatkan sanksi tersebut dalam sidang kode etik profesi Polri yang digelar di ruangan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Papua, Rabu (2/11/2016).

Dua oknum tersebut adalah Brigpol Erik dan Briptu M Hasbi Difinubun. Erik mendapatkan PTDH atas tindak penipuan berkedok investasi bodong terhadap 78 orang di lingkungan Polda Papua sehingga menyebabkan kerugiaan mencapai Rp 12,3 miliar.

Erik telah divonis tujuh tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jayapura.

Sementara Hasbi dikenai sanksi PTDH atas tindak penganiayaan dan pemerkosaan terhadap seorang wanita. Hasbi telah divonis delapan tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jayapura.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Patrige mengatakan, Erik dan Hasbi tengah menjalani masa tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Abepura guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Dengan sanksi ini untuk mewujudkan tindakan tegas Polri bagi anggotanya yang tidak melaksanakan fungsinya sebagai pelindung masyarakat,” kata Patrige yang didampingi Kaur Bin Etik Bid Propam Polda Papua, Kompol George Septory.

Sementara itu, George menuturkan, Erik terbukti secara sah melanggar Pasal 12 Ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri berdasarkan putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap.

“Erik juga terbukti melanggar pasal 14 ayat (1) huruf a PP Nomor 1 Tahun 2003, karena meninggalkan tugas lebih dari 30 hari berturut-turut,” tuturnya.

Sementara Hasbi, lanjut George, terbukti secara sah melanggar Pasal 12 Ayat 1 dan Pasal 14 Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003.

Hasbi juga terbukti melanggar pasal 11 Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

“Hasbi ini tidak menaati dan menghormati norma kesusilaan, norma agama, maupun nilai-nilai kearifan lokal dan norma hukum,” tambahnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Deteksi Gejala Awal Terinfeksi Corona, RSUD di Semarang Sediakan Link Online

Deteksi Gejala Awal Terinfeksi Corona, RSUD di Semarang Sediakan Link Online

Regional
Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Regional
Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Regional
Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Regional
Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Regional
Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Regional
Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Regional
Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Regional
Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Regional
Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Regional
Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Regional
KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

Regional
Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Regional
Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Regional
Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X