Menteri Jonan Didesak Selesaikan Kasus Pencemaran di Laut Timor

Kompas.com - 23/10/2016, 07:28 WIB
Ketua Tim Advokasi Petani Rumput Laut NTT dari Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) Ferdi Tanoni (membelakangi lensa) bersama Pengacara asal Australia Greg Phelps (tengah) menggelar jumpa pers bersama wartawan, Minggu (21/8/2016), terkait pencemaran minyak asal perusahaan asal Australia di laut Timor Kompas.com/Sigiranus Marutho BereKetua Tim Advokasi Petani Rumput Laut NTT dari Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) Ferdi Tanoni (membelakangi lensa) bersama Pengacara asal Australia Greg Phelps (tengah) menggelar jumpa pers bersama wartawan, Minggu (21/8/2016), terkait pencemaran minyak asal perusahaan asal Australia di laut Timor
|
EditorFarid Assifa

KUPANG, KOMPAS.com - Ketua Yayasan Peduli Timor Barat, Ferdi Tanoni meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan agar segera menyingkirkan perusahaan minyak asal PT Thailand Exploration and Production (PTTEP) dari daftar kontraktor kontrak kerja sama di Blok Timur Natuna.

Menurut Ferdi, akibat ulah perusahaan itu, wilayah laut Timor menjadi tercemar setelah tumpahan minyak itu merusak ekosistim laut di perairan Timor, sehingga petani menjadi rugi.

“Pak Ignas Jonan, saya mewakili masyarakat Timor Barat minta tolong singkirkan perusahaan minyak asal Thailand PTTEP karena telah menyusahkan petani rumput di Nusa Tenggara Timur (NTT),” tegas Ferdi kepada Kompas.com, Sabtu (22/10/2016).

Baca juga: Gugat Perusahaan Australia Soal Pencemaran Laut Timor, Warga NTT Minta Dukungan Jokowi

 

Ferdi mengatakan, para petani rumput laut di 12 kabupaten dan satu kota di NTT hanya bisa gigit jari karena wilayah budidaya sudah terkontaminasi minyak dan zat beracun lainnya yang dimuntahkan dari kilang Montara milik perusahaan PTTEP.

Saat ini, lanjut Ferdi, sebanyak 13.000 petani rumput laut asal Pulau Rote dan Kabupaten Kupang yang diwakili Daniel Sanda telah menggugat PTTEP dengan class action di Pengadilan Federal Australia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Petani rumput laut mengajukan tuntutan ganti rugi sebesar 200 juta dolar AS.

Sidang itu sedang berlangsung hingga kini dan masih menunggu putusan dari hakim.

Ferdi berharap Menteri Konan meninjau kembali kontrak bagi hasil (profit sharing contract/PSC) PT Pertamina dengan Exxon Mobil dan PTTEP asal Thailand sebagai pemegang KKKS di Blok East Natuna.

“Saya yakin Pak Ignas Jonan tentu sudah cukup mengenal perusahaan minyak PTTEP. Saya juga berharap agar dukungan Pak Jonan terhadap perjuangan rakyat NTT sewaktu menjabat Menteri Perhubungan tidak berubah, sehingga kasus ini bisa segera berakhir,” ucap Ferdi.

Baca juga: Laut Timor Tecemar Minyak, Nelayan Tepaksa Melaut ke Perairan Kalimantan

Ia pun berharap, Ignas Jonan bisa mengambil keputusan tegas terhadap PTTEP.

“Perusahaan minyak itu harus dimintai pertanggungjawabnya atas kerugian sosial yang diderita oleh para petani rumput laut dan nelayan di NTT saat ini. Harga diri kita sebagai bangsa tidak bisa dipermainkan begitu saja oleh perusahaan PTTEP,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.