Kompas.com - 17/10/2016, 22:02 WIB
|
EditorErlangga Djumena

SEMARANG, KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku telah melaporkan kondisi terkini proses pembangunan pabrik semen Indonesia di pegunungan Kendeng Rembang, Jateng ke Presiden Joko Widodo. Ia juga sempat ditanya presiden soal proses hukum yang sedang berjalan di Mahkamah Agung.

“Saya kemarin ditanya presiden, dan (sudah) laporkan ke presiden juga kondisinya. Kemungkinan, Jakarta akan undang pihak semen dan BUMN, kira-kira bicara skenario putusan dan masa depan semen itu,” kata Ganjar, seusai diskusi ekonomi oleh Harian Kompas dengan Bank Indonesia di Semarang, Senin (17/10/2016).

Menurut Ganjar, untuk kasus pembangunan semen di Rembang, belum ada langkah selanjutnya, lantaran salinan putusan Peninjauan Kembali masih belum diterima.

Gubernur Jateng sebagai tergugat I dan Semen Indonesia sebagai tergugat II juga belum bisa bertindak banyak. Namun demikian, baik Pemprov Jateng maupun PT Semen Indonesia telah melakukan pembicaraan dan konsolidasi tentang apa kemungkinan yang terjadi ke depan.

“Kita sama-sama tergugat, kita terguat I, semen terguat II, kita konsolidasikan apa-apa kemungkinan yang terjadi, tapi semua tak bisa menjawab, kecuali ketika sudah membaca apa bunyi keputusannya,” ucapnya.

Mahkamah Agung sendiri melalui laman resminya telah mengeluarkan putusan Peninjauan Kembali atas izin lingkungan terhadap Semen Indonesia yang diterbitkan Gubernur Jateng.

Izin lingkungan digugat bernomor 668.1/17/2012. Penggugat dalam hal ini perwakilan warga Rembang, yakni Joko Prianto, Sukimin, Suyasir, Rutono, Sujono, Sulijan dan Yayasan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).

Para penggugat dibantu oleh segenap kuasa hukum antara lain Munirman, Evarisan, Siti Rakhma Mari Herwati, Tandiono Bawor Purbaya, Judianto Simanjuntak, Mualimin Pardi Dahlan, Wahyu Wagimin, dan Andi Muttaqien.

Pembangunan masih berjalan

Meski putusan PK telah diterbitkan, kata Ganjar, proses pembangunan pabrik masih tetap berjalan. Semen Indonesia masih mempunyai hak untuk melanjutkan proses pembangunan. Pabrik ini juga pada akhir tahun direncanakan bisa beroperasi.

“Proses kan menunggu, selagi belum terima salinan, masih punya hak,” kata dia.

Pembangunan pabrik juga diminta diselesaikan oleh tokoh agama KH Maimun Zubair atau Mbah Moen.

“Saya ketemu Mbah Maimun, malah beliau ngomong. ‘Mas ganjar tolong dong karena yang ngundang Semen Gresik ke Rembang minta diteruskan'. Saya jawab, 'ini mbah, nunggu putusannya, kami belum ada sikap',” ujarnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Regional
Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Regional
Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Regional
Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Regional
Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.