Kompas.com - 12/10/2016, 15:55 WIB
Prosesi larungan yaitu menghanyutkan rambul gimbal yang sudah dipotong dan dimasukkan ke kendi bersama sesaji di Telaga Warna, Dieng, Minggu (7/8/2016).
ARSIP BIRO HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK KEMENPARProsesi larungan yaitu menghanyutkan rambul gimbal yang sudah dipotong dan dimasukkan ke kendi bersama sesaji di Telaga Warna, Dieng, Minggu (7/8/2016).
|
EditorFarid Assifa

WONOSOBO, KOMPAS.com - Para pelaku usaha wisata di dataran tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, mengeluhkan praktik pemandu wisata liar yang marak di kawasan tersebut.

Para pemandu tanpa identitas itu dinilai menjadi salah satu faktor usaha mereka kurang optimal.

Khatminah, salah satu anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, mengungkapkan, akibat praktik tersebut para pemandu lokal bersertifikat yang biasa bekerja di kawasan itu sepi order akibat diambil oleh mereka.

"Pemandu wisata liar membuat para pemandu lokal yang telah bersertifikat tak berdaya lantaran mata pencahariannya diambil alih secara sepihak," kata Khatminah, di hadapan Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kabupaten Wonosobo Agus Purnomo dalam kegiatan pembinaan Pokdarwis di Balai Desa setempat, Rabu (12/10/2016).

Khatminah menjelaskan, masyarakat Desa Sembungan sejauh ini masih mengandalkan sektor pariwisata untuk menggantungkan hidup. Karena itu, pihaknya berharap pemerintah daerah bersikap lebih tegas mengendalikan praktik pemandu ilegal itu.

Khatminah juga meminta alokasi anggaran pemerintah daerah untuk peningkatan kapasitas para pelaku industri pariwisata.

Tafrihan, pelaku usaha wisata lainnya, mengatakan, memang sudah selayaknya para pemandu lokal mendapat perhatian pemerintah daerah Kabupaten Wonosobo dari sisi peningkatan kapasitas seperti melalui kegiatan pelatiha bahasa Inggris dan lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, katanya, pemerintah juga perlu memperbaiki kelembagaan dan administrasi dalam tata kelola pariwisata di kawasan Dieng, termasuk Desa Sembungan.

"Tata kelola kelembagaan itu termasuk bagaimana memperbaiki pola koordinasi antar Pokdarwis, maupun antara Pokdarwis dengan unsur Dinas maupun Instansi terkait di pemkab," lanjut Tafrihan.

Ia berharap, melalui acara pembinaan seperti yang dilakukan kantor Parekraf, upaya perbaikan sektor pariwisata, khususnya di Sembungan akan lebih fokus, sehingga ke depan masyarakat benar-benar merasakan manfaat positif dari berkah alamnya yang luar biasa.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

Regional
Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Regional
Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Regional
Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.