Lapan Pastikan Benda yang Jatuh di Sumenep Tak Berbahaya

Kompas.com - 07/10/2016, 13:36 WIB
Peneliti dari LAPAN saat memeriksa benda antariksa yang jatuh di Sumenep, Jawa Timur beberapa waktu lalu. KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Kontributor Bandung, Dendi RamdhaniPeneliti dari LAPAN saat memeriksa benda antariksa yang jatuh di Sumenep, Jawa Timur beberapa waktu lalu. KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
|
EditorErlangga Djumena

BANDUNG, KOMPAS.com - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memastikan empat bagian roket Falcon 9 yang jatuh di Sumenep, Jawa Timur tak mengandung zat berbahaya.

Kepala Lapan Thomas Djamaludin mengatakan, kepastian itu didapat setelah pihaknya mengonfirmasi terkait kandungan dalam sampah antariksa itu kepada perusahaan transportasi luar angkasa asal Amerika Serikat, Space Exploration Technologies Corporation (SpaceX) selaku pemilik roket.

"Aman dan sudah dikonfirmasi juga kemarin dalam pertemuan kemarin dari pihak SpaceX bahwa obyek ini aman," kata Thomas di Kantor Lapan, Jalan Dr. Djunjunan, Bandung, Jumat (7/10/2016).

Meski enggan berkometar lebih jauh soal kandungan zat pada benda antariksa itu, pihak SpaceX menegaskan bahwa empat serpihan yang terdiri dari tiga benda berbentuk tabung yang diberi nama composite overwrapped presized vessel (tabung bahan bakar) serta satu panel terminal power tidak mengandung zat radioaktif yang sempat dikhawatirkan masyarakat.

"Mereka tidak akan memberikan penjelasan. Tapi secara umum pihak SpaceX telah mengonfirmasi bahwa ini bagian dari Falcon, objek ini tidak berbahaya dan tidak mengandung zat beracun. Hari ini akan dibawa ke Amerika karena obyek yang jatuh harus dikembalikan ke pihak perusahaan," tutur Thomas.

Sesaat setelah benda itu ditemukan warga, Tim investigasi Lapan bekerja sama dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) langsung mengidentifikasi benda tersebut dengan mengukur tingkat paparan radiasi nuklir dari puing bagian dari tingkat kedua roket Falcon.

"Hasil pengukuran menunjukan bahwa benda tersebut tidak terpapar radiasi nuklir. Selanjutnya, Lapan menyerahkan benda jatuh tersebut ke negara atau perusahaan pemilik pecahan roket," jelasnya.

Sementara itu, peneliti Lapan Rhorom Priyatikanto menjelaskan, tabung yang jatuh di area pemukiman warga merupakan tempat penyimpanan bahan bakar roket. Sementara serat hitam yang membungukus tabung adalah serat karbon untuk mencegah kebocoran helium.

"Normalnya roket buatan sekarang tidak mengandung zat radioaktif. Bahan bakarnya juga kerosin, sejenis avtur atau minyak tanah, tidak berbahaya. Bapeten pada Kamis lalu juga sudah memeriksa dengan alat detektor dan dinyatakan tidak ada radiasi," katanya. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendarai Motor Saat Mabuk, 3 Remaja Kecelakaan di Tanjakan, 1 di Antaranya Tewas

Kendarai Motor Saat Mabuk, 3 Remaja Kecelakaan di Tanjakan, 1 di Antaranya Tewas

Regional
1.553 Petugas KPPS Lampung Reaktif Covid-19, Bukannya Langsung Swab Malah 'Rapid Test' Ulang

1.553 Petugas KPPS Lampung Reaktif Covid-19, Bukannya Langsung Swab Malah "Rapid Test" Ulang

Regional
Medan Dilanda Banjir, Banyak Kendaraan Mogok di Kampung Lalang

Medan Dilanda Banjir, Banyak Kendaraan Mogok di Kampung Lalang

Regional
Parahnya Banjir di Medan, 7 Kecamatan Terdampak, 6 Orang Hilang, 2 Ditemukan Tewas

Parahnya Banjir di Medan, 7 Kecamatan Terdampak, 6 Orang Hilang, 2 Ditemukan Tewas

Regional
Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Regional
Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Regional
Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Regional
Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Regional
Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Regional
Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Regional
Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Regional
Penyebab Banjir di Kota Medan yang Merendam Hampir 3.000 Rumah

Penyebab Banjir di Kota Medan yang Merendam Hampir 3.000 Rumah

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov DIY Larang Pertunjukan pada Malam Tahun Baru

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov DIY Larang Pertunjukan pada Malam Tahun Baru

Regional
Longsor Jalan Medan-Berastagi, Satu Sopir Truk Tewas, Lalu Lintas Lumpuh Total

Longsor Jalan Medan-Berastagi, Satu Sopir Truk Tewas, Lalu Lintas Lumpuh Total

Regional
11 Petugas KPPS Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Hasil Rapid Test Massal

11 Petugas KPPS Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Hasil Rapid Test Massal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X