Empat SD, Satu SMP, dan Puskesmas Terdampak Proyek Jalan Tol Semarang-Batang

Kompas.com - 05/10/2016, 14:08 WIB
|
EditorCaroline Damanik

KENDAL, KOMPAS.com - Sekitar empat sekolah dasar (SD) dan 1 SMP yang ada di Kabupaten Kendal Jawa Tengah terdampak proyek jalan tol Semarang–Batang.

Empat SD dan 1 SMP itu adalah SD Protomulyo 2 Kaliwungu Selatan, SD Sumber Agung 1 dan 2 Weleri, SD Sumber sari Ngampel, serta SMP 2 Pegandon.

Menurut Kasubag Aset Daerah Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kendal, Nung Tubeno, mengatakan, lahan yang digunakan untuk bangunan 4 SD dan 1 SMP tersebut, adalah milik desa.

Namun demikian, pihaknya berencana melakukan pengecekan lahan tersebut, Senin (10/10/2016).

“Selain sekolah itu, ada sekitar 89 bidang tanah milik desa dan Puskesmas Ringinarum, yang juga terkena poyek pembangunan jalan tol Semarang–Batang,“ kata Nung Tubeno, Rabu (5/10/2016).

Terkait hal itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kendal, Herry Fathurohman, membenarkan bahwa ada sekolah, puskesmas, dan tanah milik desa yang terkena proyek jalan tol. Hingga kini, lanjut dia, BPN masih melakukan koordinasi terkait hal itu.

“Kami masih rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait, baik itu dengan kepala desa, camat, maupun Badan Pemerintahan Masyarakat Desa (Bapermades) Kendal,” tambahnya.

Herry menjelaskan di Kabupaten Kendal, lahan yang terkena jalan tol Semarang-Batang ada sekitar 2.446.131 meter persegi. Lahan itu melintas di 27 desa yang ada di 8 Kecamatan.

Hingga kini, yang sudah dibebaskan baru sekitar 10 persen. Padahal, hingga akhir tahun ini pembebasan tanah tersebut harus sudah selesai semua.

“Banyak masyarakat yang tanahnya terkena proyek jalan tol, belum mengumpulkan berkasnya. Untuk itu, saya akan melakukan komunikasi dan koordinasi,” ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X