Bawa Karung Berisi 9 Kukang, Bapak dan Anak Ditangkap

Kompas.com - 19/09/2016, 14:55 WIB
Kukang Jawa (Nycticebus   javanicus) yang hendak diselundupkan ke Filpina berhasil disita di Tahuna, Sangihe, Sulawesi Utara. Kompas.com/Ronny Adolof BuolKukang Jawa (Nycticebus javanicus) yang hendak diselundupkan ke Filpina berhasil disita di Tahuna, Sangihe, Sulawesi Utara.
|
EditorCaroline Damanik

MEDAN, KOMPAS.com — Pi (54) dan BH (12), anaknya, ditangkap petugas dari Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakum LHK) Wilayah Sumatera saat melintas di simpang Pantai Kasan, Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (17/9/2016) petang.

Saat ditangkap, keduanya sedang membawa karung goni berisi sembilan kukang. Rencananya, kukang-kukang tersebut akan dijual kepada seseorang.

Bapak-anak ini pun dibawa ke Markas Komando Satuan Polisi Reaksi Cepat (Sporc) Brigade Macan Tutul di Mariendal untuk menjalani pemeriksaan.

Kepada penyidik, Pi mengatakan baru sekali menjual satwa liar dilindungi ini. Pada transaksi pertama, seekor hewan malang itu dihargai Rp 100.000 per ekor. Saat akan melakukan transaksi penjualan yang kedua, dia ditangkap.

"Pengakuan pelaku, kukang-kukang itu ditangkap di kebun pisang miliknya karena memakani buah pisangnya. Kami menyita sembilan kukang. Saat ini, keduanya masih dalam pemeriksaan penyidik," kata Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatera, Halasan Tulus, Senin (19/9/2016).

Dia menjelaskan, penangkapan pelaku dilakukan berdasarkan informasi dari warga. Menindaklanjuti informasi tersebut, pihaknya bersama lembaga mitra melakukan pengembangan dan merencanakan penangkapan di lokasi yang sudah ditentukan.

Halasan menduga, pelaku merupakan bagian dari jaringan perdagangan satwa liar dilindungi. Penangkapan ini diharapkan bisa memutus rantai perdagangan dan mengurangi laju kepunahan binatang malam tersebut.

"Kami mendapat informasi, selama ini terjadi perdagangan satwa liar dilindungi antar-provinsi. Biasanya, para pemburu dan penjualnya memiliki jaringan khusus antar-provinsi. Untuk anak pelaku, kami lakukan pendalaman sejauh mana keterlibatannya, apakah hanya ikut dibonceng saja," tambahnya.

Menurut dia, kukang-kukang tersebut akan dilepasliarkan ke habitat. Di Sumatera Utara, populasi kukang sudah menurun karena perburuan dan perdagangan liar tengah marak.

Kegiatan ini akan dilakukan bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam dan instansi pemerintah lainnya. Sementara itu, pelaku akan dikenakan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya (KSDAE) dengan ancaman pidana setahun sampai lima tahun penjara serta denda sebesar Rp 100 juta.

Di tempat berbeda, Koordinator Forest and Wildlife Protection Unit, Indra, mengatakan, pihaknya bersama Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatera dan juga Indonesian Species Conservation Programme fokus melakukan upaya pencegahan dan penindakan perburuan dan perdagangan satwa liar dilindungi. Indra menyatakan, pihaknya sudah lama memantau gerak-gerik Pi yang merupakan pemain lama.

"Pelaku bukan pemain baru. Kami catat, ada empat kali dia memperjualbelikan kukang," ucap Indra.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Terpengaruh Aksi Teror, Bali Tetap Aman Dikunjungi

Tak Terpengaruh Aksi Teror, Bali Tetap Aman Dikunjungi

Regional
Kisah Pengungsi Gempa Maluku, Sengsara di Tenda, Dipungut Rp 100.000 untuk Nikmati Penerangan

Kisah Pengungsi Gempa Maluku, Sengsara di Tenda, Dipungut Rp 100.000 untuk Nikmati Penerangan

Regional
Rektor UMI Bentuk Tim Pencari Fakta Usut Pelaku Penyerangan Mahasiswa

Rektor UMI Bentuk Tim Pencari Fakta Usut Pelaku Penyerangan Mahasiswa

Regional
Hujan Es Hingga Pohon Tumbang Terjadi di Kota Serang

Hujan Es Hingga Pohon Tumbang Terjadi di Kota Serang

Regional
Pergi Mancing sejak Tiga Hari Lalu, Pria di Bali Ditemukan Tak Bernyawa

Pergi Mancing sejak Tiga Hari Lalu, Pria di Bali Ditemukan Tak Bernyawa

Regional
Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan, Warga: Orangnya Baik

Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan, Warga: Orangnya Baik

Regional
Pasca Bom Bunuh Diri di Medan, Markas Polisi di Jabar Tingkatkan Keamanan

Pasca Bom Bunuh Diri di Medan, Markas Polisi di Jabar Tingkatkan Keamanan

Regional
Tembak Kontraktor, Anak Bupati Majalengka Masih Jadi Saksi

Tembak Kontraktor, Anak Bupati Majalengka Masih Jadi Saksi

Regional
Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Dikenal Sebagai Pengemudi Ojek Online dan Penjual Bakso Bakar

Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Dikenal Sebagai Pengemudi Ojek Online dan Penjual Bakso Bakar

Regional
Mantan Menaker Hanif Dhakiri Ramaikan Bursa Calon Wali Kota Surabaya

Mantan Menaker Hanif Dhakiri Ramaikan Bursa Calon Wali Kota Surabaya

Regional
Denny Indrayana Optimistis Maju Sebagai Calon Gubernur Kalsel Lewat Jalur Partai

Denny Indrayana Optimistis Maju Sebagai Calon Gubernur Kalsel Lewat Jalur Partai

Regional
Menteri hingga Gubernur Kirim Karangan Bunga untuk Keluarga Djaduk Ferianto

Menteri hingga Gubernur Kirim Karangan Bunga untuk Keluarga Djaduk Ferianto

Regional
Polda Jatim Akan Tetapkan Tersangka Baru Kasus Sekolah Ambruk di Pasuruan

Polda Jatim Akan Tetapkan Tersangka Baru Kasus Sekolah Ambruk di Pasuruan

Regional
Buntut Kematian Mahasiswa di Kampus, Rektor UMI Minta Polisi Berjaga 1 Bulan

Buntut Kematian Mahasiswa di Kampus, Rektor UMI Minta Polisi Berjaga 1 Bulan

Regional
Pelamar CPNS Tak Penuhi Syarat Seleksi Administrasi Bisa Manfaatkan Waktu Sanggah

Pelamar CPNS Tak Penuhi Syarat Seleksi Administrasi Bisa Manfaatkan Waktu Sanggah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X